Shutdown AS Masuki Pekan Ketiga, Trump Bersikeras Bangun Tembok

Basuki Eka Purnama
07/1/2019 09:01
Shutdown AS Masuki Pekan Ketiga, Trump Bersikeras Bangun Tembok
(AFP/Jim WATSON )

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Minggu (6/1), bersikeras menuntut miliaran dolar untuk membangun tembok di perbatasan dengan Meksiko, isu yang menyebabkan pemerintahan AS mengalami shutdown selama hampir tiga pekan.

"Kita harus membangun tembok itu," ujar Trump saat meninggalkan Gedung Putih menuju Camp David. "Itu terkait keselamatan dan keamanan negara kita."

"Saya kemungkinan akan menyatakan darurat nasional, tergantung apa yang terjadi selama beberapa hari ke depan," imbuhnya.

Anggota DPR AS dari Partai Demokrat Adam Schiff langsung menolak kemungkinan darurat nasional itu. Dia mengingatkan ketika mantan Presiden AS Harry Truman menggunakan hal itu untuk menasionalisasi industri baja dan mengakhiri demo buruh di era Perang Korea, aksinya ditolak Mahkamah Agung AS.

"Jadi apa yang dikatakan Trump tidak akan terjadi," ujar Schiff.

Baca juga: Rashida Tlaib Gelorakan Pemakzulan untuk Trump

Schiff kemudian mengatakan, saat ini, Trump tengah terpojok dan harus mencari cara untuk keluar dari tempat itu.

Kebuntuan terjadi antara Trump dan DPR AS mengenai biaya pembangunan tembok itu. Trump menuntut dana sebesar US$5,6 miliar sementara senator dari Partai Demokrat hanya menyetujui dana sebesar US$1,3 miliar. Hal itu menyebabkan terjadinya shutdown pemerintah AS.

Trump, Jumat (4/1), mengatakan shutdown pemerintah AS itu bisa berlangsung selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Shutdown itu menyebabkan sekitar 800 ribu pegawai pemerintah AS dirumahkan atau bekerja tanpa bayaran. (AFP/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya