Tiongkok Buka Akses ke Kamp EtnikUighur

Ant/I-2)
07/1/2019 07:00
Tiongkok Buka Akses ke Kamp EtnikUighur
(/ AFP PHOTO / GREG BAKER)

GUBERNUR Xinjiang, Shohrat Zakir, membuka akses internasional untuk kamp vokasi etnik Uighur. Hal itu dilakukan selama penggunaan akses didasari iktikad baik.

"Kami menyambut baik berbagai komunitas di dunia untuk melihat situasi yang sebenarnya. Kami juga berharap siapa saja yang datang tidak mencampuri urusan dalam negeri Tiongkok dan persatuan nasional karena kami ingin membahagiakan masyarakat kami," katanya kepada media-media asing di Urumqi, Sabtu (5/1).

Menurutnya, hal yang wajar bagi Tiongkok sebagai anggota PBB membuka akses internasional tersebut. Namun, dia juga meminta komunitas internasional yang datang bisa memberikan komentar yang objektif sesuai kenyataan di lapangan.

Sebelumnya, PBB telah mendesak Tiongkok agar membuka akses bagi tim pemantau hak asasi manusia (HAM) terkait adanya dugaan pelanggaran HAM di kamp pendidikan vokasi di Xinjiang.

Saat pertemuan eksklusif dengan lima awak media asing di Ibu Kota Xinjiang, Shohrat menyatakan pemerintahannya memiliki cara tersendiri untuk menanggulangi dan membatasi penyebaran terorisme dan ekstremisme pada etnik Uighur melalui sistem pendidikan dan pelatihan vokasi.

"Berbagai kasus terorisme dan ekstremisme telah mengakibatkan trauma terhadap masyarakat Xinjiang. Sepuluh tahun kami memikirkan penanganannya, termasuk dengan melakukan investigasi. Beberapa personel juga didatangkan ke Xinjiang untuk mengatasi hal ini," katanya didampingi anggota Dewan Pengarah Partai Komunis Tiongkok (PKT) Komite Daerah Otonomi Xinjiang, Xu Hairong, dan jajaran pengurus PKT lokal serta jajaran pejabat kementerian luar negeri Tiongkok.

Dari situ, lanjutnya, para pejabat pusat dan daerah mulai memikirkan sistem pendidikan dan pelatih-an yang kelak bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat Xinjiang, khususnya yang tinggal di wilayah selatan yang sampai saat ini hidup di bawah garis kemiskinan.

Dengan mengacu pada perundang-undangan dan regulasi antiterorisme dan antiekstremisme, Shohrat menyatakan kamp vokasi tersebut bisa menghindarkan masyarakat mereka dari pengaruh dan dampak ekstremisme.

Selain itu, imbuhnya, 99% masyarakat di Xinjiang menyambut baik berdirinya kamp pendidikan vokasi yang di dalamnya memberikan materi pelajaran bahasa Mandarin, undang-undang dasar, keterampilan, dan kesenian tradi-sional etnik Uighur.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya