Demonstran Rompi Kuning Gasak Kantor-Kantor Pemerintahan

(Yan/I-2)
07/1/2019 06:40
Demonstran Rompi Kuning Gasak Kantor-Kantor Pemerintahan
((Photo by Bertrand GUAY / AFP))

PARA pemrotes 'rompi kuning' kembali berkeliaran di jalan-jalan Prancis akhir pekan ini. Mereka terlibat bentrok dengan polisi di beberapa kota dan menyerang kementerian pemerintah di Paris dengan bantuan forklift.

Kementerian Dalam Negeri Prancis menyebutkan jumlah pemrotes yang turun ke jalan, Sabtu (5/1), mencapai 50 ribu orang. Jumlah itu naik jika dibandingkan dengan aksi pada 29 Desember, yaitu sebanyakl 32 ribu demonstran.

Juru bicara pemerintah, Benjamin Griveaux, yang dievakuasi dari kantornya di pusat Kota Paris karena beberapa pemrotes 'rompi kuning' menghancurkan pintu kayu besar ke kompleks kementerian, mengecam pembobolan itu sebagai serangan yang tidak dapat diterima Republik.

"Beberapa pemrotes 'rompi kuning' dan orang-orang berpakaian hitam, menguasai sebuah kendaraan konstruksi yang berada di jalan di dekat mereka, kemudian menghancurkan pintu masuk ke kementerian. Mereka memasuki halaman, menghancurkan dua mobil, memecahkan beberapa jendela, kemudian melarikan diri," katanya kepada AFP.

Dia mengatakan polisi tengah berusaha mengidentifikasi mereka melalui rekaman keamanan. Sebelumnya, Jumat (4/1), Griveaux mengkritik gerakan 'rompi kuning' dengan menggambarkan mereka agitator (penghasut) yang berusaha menggulingkan pemerintahan.

Secara terpisah, Presiden Prancis Emmanuel Macron melontarkan kecaman di Twitter atas kekerasan ekstrem yang dilakukan kelompok 'rompi kuning' terhadap Republik, wali, perwakilan negara dan simbol-simbol negara.

Di lain hal, polisi mengatakan sekitar 3.500 demonstran muncul di Champs-Elysees, Sabtu pagi. Beberapa dari mereka kemudian berjalan ke selatan sungai menuju daerah kaya di sekitar Boulevard St Germain, tempat mereka membakar mobil dan beberapa sepeda motor serta mendirikan barikade.

Tindakan itu mendorong polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan para demonstran. Polisi mengatakan sebanyak 35 orang telah ditangkap.

Namun, para demonstran tetap turun ke jalan-jalan di beberapa kota lain di Prancis. Sebanyak 2.000 orang tercatat di Rouen barat laut Paris. Di sana beberapa orang menyusun barikade yang kemudian dibakar. "Satu pengunjuk rasa terluka dan dua lainnya ditangkap," kata polisi.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya