Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEPAK terjang geng kriminal di Brasil semakin mengkhawatirkan. Akibat ulah mereka, baru-baru ini, Kota Fortaleza di Brasil Timur Laut porak poranda.
Untuk mengatasi amukan para anggota geng kriminal, Pemerintah Brasil menurunkan sekitar 300 personel tentara ke Kota Fortaleza. "Pengiriman pasukan ke wilayah Brasil Timur Laut untuk mengatasi lonjakan kekerasan oleh geng kriminal," kata pihak berwenang setempat.
Di sana tentara akan ditugaskan berpatroli secara rutin. Adapun cakupan operasi mereka ialah di seluruh Negara Bagian Ceara. Hal itu dimaksudkan untuk menghentikan serangan para geng kriminal terhadap toko-toko, bank, perkantoran, dan bus.
Di lain hal, Kementerian Kehakiman Brasil telah memerintahkan pengerahan pasukan khusus setelah terjadi puluhan serangan dalam pekan ini. Serangan itu merupakan protes terhadap langkah-langkah baru keras yang diberlakukan pihak otoritas di penjara lokal yang diketahui sebagian besar dikendalikan geng kriminal.
Sebagai informasi, otoritas penjara di negara bagian tersebut telah menerapkan aturan baru, yakni memblokir sinyal telepon genggam di dalam penjara dan mengakhiri kebijakan pemisahan narapidana dengan afiliasi geng.
Menurut catatan, pengerahan pasukan tentara tersebut dilakukan hanya beberapa hari setelah pelantikan Presiden Jair Bolsonaro, 63, yang terpilih dan berjanji untuk memerangi kejahatan yang tengah merajalela di negara itu.
Bolsonaro dilaporkan memuji keputusan Menteri Kehakiman Sergio Moro yang mengirim pasukan untuk meredam aksi geng kriminal. Menurutnya, keputusan itu dianggap tepat, cepat, dan efektif.
Sebelumnya, Moro diketahui memimpin penyelidikan secara besar-besaran terhadap kasus korupsi Brasil yang dikenal sebagai Operasi Cuci Mobil.
Tertinggi ketiga
Sementara itu, dalam video keamanan yang ditayangkan di televisi Brasil menunjukkan geng kriminal bertindak brutal dengan membakar pusat-pusat layanan masyarakat.
Dalam aksi tersebut, sekitar 50 tersangka yang diduga terkait dengan kekerasan kini telah ditangkap.
Menurut World Prison Brief, Pemerintah Brasil saat ini telah memenjarakan lebih dari 700 ribu narapidana. Hal itu menjadikan Brasil sebagai pemilik populasi penjara tertinggi ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Tiongkok.
Di lain hal, Bolsonaro yang memenangi pemilihan presiden dengan selisih suara yang besar atas rivalnya, Fernando Haddad dari Partai Buruh sayap kiri pada 28 Oktober 2018, dipandang sebagai sosok yang sangat memecah-belah dengan berbagai ucapan rasis, homofobik, dan misoginistik yang telah membuat marah banyak orang.
Saat pidato pengukuhannya, dia menjanjikan dukungan bagi militer dan polisi. "Moto nasional ialah ketertiban dan kemajuan. Tidak ada masyarakat yang dapat berkembang tanpa menghargai ini," tegasnya.
Selain itu, dalam referensi terkait kontrol senjata, Bolsonaro mengatakan, warga negara yang baik layak mendapatkan sarana untuk mempertahankan diri.
Dia baru-baru ini lewat cicitan di Twitter mengatakan akan mengeluarkan dekret yang bakal mengizinkan warga yang tidak memiliki catatan kriminal untuk memiliki senjata api.
Seperti diketahui, Bolsonaro sebelum menjadi politikus, bertugas di militer Brasil. Di militer, dia tercatat sebagai penerjun payung dan berpangkat kapten.
Kini, setelah duduk sebagai orang nomor satu di negara itu, dia terus mempertahankan hubungan dekatnya dengan militer. (BBC/I-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved