Iran Pastikan Dukungan Perdamaian

(Ant/I-2)
07/1/2019 05:00
Iran Pastikan Dukungan Perdamaian
(AFP)

WAKIL Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi, meyakinkan pemimpin Afghanistan mengenai dukungan Teheran untuk proses perdamaian di negara yang tengah dicabik perangan tersebut.

Hal itu disampaikan Araghchi saat berkunjung ke ibu kota Afghanistan, Sabtu (5/1). Wakil Menlu Iran itu tiba di Kabul pada Sabtu dan bertemu dengan timpalannya di Afghanistan, Edris Zaman, di Kantor Kementerian Luar Negeri Afghanistan di Kabul.

Seperti dilaporkan kantor berita Anadolu yang dipantau kantor berita Antara di Jakarta, kemarin, Araghchi dan delegasi yang mendampinginya juga bertemu dengan Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani di Arg (Istana Presiden).

Pihak Istana Presiden Afghanistan di Kabul, lewat sebuah pernyataan menyebutkan, pada pertemuan tersebut, kedua pihak membahas pentingnya hubungan antarpemerintah kedua negara serta proses perdamaian antara pimpinan Afghanistan dan antarrakyat Afghanistan.

Selain itu, mereka juga membicarakan cara-cara untuk memanfaatkan lebih baik Pelabuhan Chabahar. "Wakil Menteri Luar Negeri Iran juga berbagi perincian dengan Presiden Ghani mengenai pertemuan yang dilakukan baru-baru ini antara Pemerintah Iran dan kelompok Taliban," kata pernyaaan itu.

Sebagai informasi, pada awal pekan lalu, kelompok Taliban mengonfirmasi bahwa wakil mereka telah mengunjungi Teheran untuk membahas berbagai masalah seputar perdamaian dan keamanan di Afghanistan.

"Delegasi itu mengunjungi Teheran untuk berbagi pandangan Taliban mengenai skenario pasca-pendudukan dan terwujudnya perdamaian serta keamanan di Afghanistan. Mereka membahas hal itu dengan para pejabat Iran," kata Zabihullah Mujahid, juru bicara Taliban dalam satu pernyataan yang dirilis pada 1 Januari 2019.

Menurut Mujahid, hal itu dilakukan setelah wakil Taliban terlebih dahulu mengadakan pertemuan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, dengan perunding perdamaian Amerika Serikat (AS), Zalmay Khalilzad, pada Desember 2018.

Para wakil Taliban bertemu dengan perunding perdamaian AS guna membahas penyelesaian politik dan cara memfasilitasi pembicaran langsung antara kelompok gerilyawan dan Pemerintah Afghanistan.

Lebih lanjut, Taliban menyatakan, faksi santri tersebut juga mengadakan pertemuan dengan para pejabat dari Uni Emirat Arab, Pakistan dan Arab Saudi. Namun, kelompok itu menolak bertemu dengan delegasi Pemerintah Afghanistan.

Sementara itu, pada Sabtu, tujuh anggota polisi perbatasan Afghanistan tewas dalam satu serangan yang dilancarkan Taliban di dekat perbatasan yang disengketakan dengan Pakistan di Provinsi Kandahar.

Juru bicara Gubernur Provinsi, Aziz Ahmad, mengatakan anggota Taliban menyerbu pos pemeriksa keamanan pada Jumat (4/1) malam.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya