Tiongkok Kirim Penjelajah di Sisi Jauh Bulan

(Denny Parsaulian Sinaga/AFP/I-1)
04/1/2019 08:20
Tiongkok Kirim Penjelajah di Sisi Jauh Bulan
(AFP)

SEBUAH penjelajah bulan Tiongkok mendarat di sisi jauh bulan, Kamis (3/1). Pendaratan global pertama ini menunjukkan ambisi Beijing untuk menjadi negara adidaya ruang angkasa.

Robot Penyelidik Chang'e-4 mendarat dan mengirim foto yang disebut sisi gelap bulan ke Satelit Queqiao. "Satelit ini akan menyampaikan komunikasi ke pengontrol di Bumi," kata penyiar CCTV.

Beijing menggelontorkan miliaran dalam program luar angkasa yang dijalankan militernya dengan harapan Tiongkok memiliki stasiun ruang angkasa pada 2022, yang pada akhirnya dapat mengirim manusia ke bulan.

Misi penyelidikan bulan Chang'e-4 --nama Dewi Bulan dalam mitologi Tiongkok-- diluncurkan pada Desember dari pusat peluncuran Xichang barat daya.

Ini ialah penyelidikan Tiongkok kedua yang mendarat di bulan setelah misi penjelajah Yutu (Kelinci Kelinci) pada 2013.

Tidak seperti sisi dekat bulan yang menawarkan banyak bidang datar untuk disentuh, sisi jauh ialah pegunungan dan kasar.

Chang'e-4 membawa enam percobaan dari Tiongkok dan empat dari luar negeri, termasuk studi astronomi radio frekuensi rendah yang bertujuan mengambil keuntungan dari kurangnya campur tangan di sisi jauh bulan. "Penjelajah itu juga akan melakukan tes mineral dan radiasi," kata Badan Antariksa Nasional Tiongkok, menurut kantor berita negara Xinhua.

Baru pada 1959, Uni Soviet mengambil gambar pertama dari sisi gelap bulan yang misterius dan berkawah.

Tidak ada pendarat atau penjelajah yang pernah menyentuh permukaan di sana sebelumnya. Hal itu bukanlah capaian teknologi yang mudah. Tiongkok telah mempersiapkan momen ini selama bertahun-tahun.

Tantangan utama dari misi semacam itu ialah berkomunikasi dengan robot pendarat karena tidak ada garis lurus langsung untuk sinyal ke sisi jauh bulan.

Tiongkok pada Mei meluncurkan Satelit Queqiao ke orbit bulan dan memosisikannya sehingga dapat menyampaikan data dan perintah antara pendarat di sisi jauh bulan dan Bumi.

Rintangan ekstrem lain ialah selama 14 hari suhu turun hingga minus 173 derajat Celcius. Lalu selama 14 hari, suhu naik hingga 127 C.

Chang'e-4 dikirim ke Cekungan Aitken di kutub selatan bulan. Wilayah ini dikenal karena medannya yang berbatu dan kompleks.

Yutu berhasil menaklukkan itu dan menyurvei permukaan bulan selama 31 bulan. Beijing berencana mengirim pendarat bulan lain, Chang'e-5, tahun depan untuk mengumpulkan sampel dan membawanya kembali ke Bumi.

Ini ialah salah satu dari target ambisius Tiongkok, yang meliputi peluncur yang dapat digunakan kembali pada 2021, yakni roket super-kuat yang mampu mengirimkan muatan lebih berat daripada yang bisa ditangani NASA dan perusahaan roket swasta SpaceX, pangkalan bulan, stasiun ruang angkasa yang diawaki secara permanen, dan penjelajah Mars.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya