Penjabat Menhan AS Mulai Bertugas

Basuki Eka Purnama
03/1/2019 06:46
Penjabat Menhan AS Mulai Bertugas
(AFP/Mark Wilson/Getty Images)

PENJABAT Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Patrick Shanahan memulai kerjanya di Pentagon pada Rabu (2/1) dengan sejumlah tugas berat termasuk penarikan pasukan AS dari Suriah.

Shanahan, yang ditunjuk menjadi penjabat Menhan AS pada 1 Januari setelah Jim Mattis mengundurkan diri karena tidak sepakat dengan sejumlah kebijakan Presiden Donald Trump, kini bertugas mengawasi penarikan sekitar 2.200 personel militar AS dari Suriah setelah Trump, pada bulan lalu, memutuskan keluar dari negara itu.

Trump, secara mengejutkan, menyatakan bahwa AS telah menang dalam perang melawan Islamic State (IS) di Suriah meski jumlah personel kelompok ekstremis itu masih ribuan.

Di hari pertamanya, Shanahan yang sebelumnya menjabat sebagai wakil menteri pertahanan AS mengatakan kepada stafnya untuk fokus pada Strategi Pertahanan Nasional, program era Mattis yang menggarisbawahi era baru 'Kompetisi Kekuatan' melawan Rusia dan Tiongkok.

Baca juga: AS Tembakkan Gas Air Mata ke Perbatasan Meksiko

"Pada 2019, Strategi Pertahanan Nasional akan tetap menjadi pedoman kita. Kekuatan militer AS akan tetap menjadi fokus kami," ungkap Shanahan dalam pesan Tahun Barunya di Twitter.

Seorang pejabat Kemenhan AS mengungkapkan bahwa Shanahan memandang Tiongkok sebagai fokus utama AS.

"Meski kami fokus pada operasi yang ada, Penjabat Menteri Pertahanan AS Shanahan telah mengatakan kepada timnya untuk ingat: Tiongkok, Tiongkok, dan Tiongkok," ujar pejabat yang tidak diungkapkan identitasnya itu. (AFP/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya