Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PETUGAS penyelamat Rusia, Selasa (1/1), menarik seorang bayi laki-laki yang terluka, tetapi hidup dari reruntuhan sebuah gedung apartemen tempat ia menghabiskan malam itu dalam suhu di bawah nol setelah ledakan gas yang menewaskan sedikitnya empat belas orang.
Dengan lusinan penduduk yang masih hilang, pihak berwenang mengidentifikasi bocah berusia 10 bulan itu sebagai Ivan Fokine, dan mengatakan ia telah dipersatukan kembali di rumah sakit dengan ibunya, yang juga selamat dari cobaan itu.
"Mukjizat Tahun Baru telah terjadi!" Kementerian Darurat Rusia mengatakan dalam sebuah pernyataan yang menyebutkan bahwa dua orang itu selamat dari tragedi hari Senin di kota industri Magnitogorsk, hampir 1.700 kilometer (1.050 mil) timur Moskow di pegunungan Ural.
"Ibu bayinya masih hidup. Dia pergi ke rumah sakit dan mengenali putranya," tambahnya.
Bocah itu dibawa ke rumah sakit di Moskow dalam kondisi sangat serius, dengan radang dingin parah pada anggota tubuhnya, cedera kepala dan beberapa patah kaki, kata kementerian kesehatan.
Dia akan dipindahkan ke rumah sakit di Moskow untuk perawatan khusus.
Layanan darurat memosting video tim penyelamat yang dengan perlahan membongkar panel beton dari bangunan sembilan lantai yang runtuh dan menarik keluar bayi beruntung tersebut. bayi itu lalu segera dibungkus dengan selimut lalu dilarikan ke ambulans.
Fokine ditemukan setelah tim penyelamat menghentikan pencarian korban yang selamat karena takut sisa blok akan runtuh. "Para penyelamat mendengar tangisan," tulis Gubernur regional Chelyabinsk Boris Dubrovsky. "Bayi itu diselamatkan dengan berada di buaian dan dibungkus dengan hangat."
Fokine selamat dari suhu yang turun semalam menjadi sekitar minus 27 derajat Celcius (minus 17 derajat Fahrenheit), kantor berita TASS melaporkan.
Empat belas orang dipastikan tewas akibat ledakan Malam Tahun Baru di sebuah bangunan tinggi di Rusia tengah, kata pejabat setempat, Rabu, ketika para penyelamat terus menarik mayat-mayat dari puing-puing.
Kantor gubernur setempat mengatakan, 14 jenazah telah ditemukan dan 27 orang tidak ditemukan setelah ledakan gas di Kota Magnitogorsk, hampir 1.700 kilometer di timur Moskow di pegunungan Ural.
Lima orang telah diselamatkan dari reruntuhan, termasuk seorang bayi, dan 86 warga tidak terluka, katanya. "Pekerjaan di tempat kejadian terus berlanjut," katanya.
Dalam menghadapi suhu beku, tim penyelamat telah menyisir tumpukan beton dan logam yang hancur dan berusaha menstabilkan sisa-sisa dinding di blok apartemen era Soviet, yang menampung sekitar 1.100 orang.
Ledakan itu menghancurkan 35 apartemen dan merusak 10 apartemen lagi, membuat puluhan orang kehilangan tempat tinggal selama Tahun Baru--liburan terbesar tahun ini di Rusia.
Kompleks bangunan apartemen itu merupakan rumah bagi 120 orang penghuninya, dan 48 blok apartemen runtuh akibat ledakan gas tersebut.
"Saya terbangun dan merasa diri saya terjatuh," kata seorang saksi mata kepada televisi Rusia, seperti dilaporkan kantor berita AFP.
"Dinding ruangan kami hilang tak berbekas. Ibuku berteriak dan anak saya terkubur."
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved