Informasi Warga Korut yang Membelot ke Korsel Diretas

(AFP/I-1)
29/12/2018 07:25
Informasi Warga Korut yang Membelot ke Korsel Diretas
(ilustrasi medcom)

INFORMASI pribadi milik 1.000 warga Korea Utara (Korut) yang membelot ke Korea Selatan (Korsel) dilaporkan telah bocor. Menurut Kementerian Unifikasi Korsel, Jumat (28/12), peretas yang tidak dikenal telah mendapatkan akses ke database sebuah lembaga permukiman.

"Ini ialah pertama kalinya detail pribadi, termasuk nama dan alamat para pembelot Korea Utara, dicuri dalam skala besar," kata Kementerian Unifikasi.

Kementerian itu mengaku telah menemukan bahwa nama, tanggal lahir, dan alamat dari 1.000 pembelot Korut telah dicuri melalui komputer yang terinfeksi perangkat lunak berbahaya. Data itu diambil dari sebuah lembaga bernama Hana Center, di selatan Kota Gumi.

"Malware itu menginfeksi melalui e-mail yang dikirim oleh alamat internal," kata seorang pejabat kementerian kepada wartawan tanpa menyebut nama, merujuk pada akun e-mail Hana Center.

Hana Center ialah satu dari 25 lembaga permukiman yang dijalankan kementerian di seluruh negeri untuk membantu sekitar 32 ribu pembelot agar dapat menyesuaikan diri dengan kehidupan di Korsel yang lebih kaya dan demokratis.

Pembelot, yang mempertaruhkan hidup mereka untuk lari dari kemiskinan dan penindasan politik, dianggap memalukan oleh Korut.

Media pemerintahnya sering menyebut mereka sebagai sampah manusia dan menuduh mata-mata Korsel telah menculik beberapa dari mereka.

Pejabat kementerian menolak untuk mengatakan apakah Korut berada di balik peretasan itu dan apa motifnya. Penyelidikan polisi sedang dilakukan.

Peretas dari Korut di masa lalu telah dituduh melakukan serangan siber terhadap agen dan perusahaan negara Korsel. Korut pernah mencuri dokumen rahasia dari Kementerian Pertahanan dan perusahaan pembuat kapal Korsel tahun lalu.

Media pemerintah Korut membantah serangan siber itu. Kementerian Unifikasi Korsel mengatakan pihaknya telah memberi tahu para pembelot yang terkena dampak dan tidak ada laporan tentang dampak negatif dari pelanggaran data tersebut.

"Kami menyesal ini telah terjadi dan akan melakukan upaya untuk mencegahnya terulang," kata seorang pejabat kementerian.

Media pemerintah Korut mengancam akan membungkam para pembelot yang aktif terlibat dalam kegiatan anti-Pyongyang seperti meluncurkan selebaran ke Korut dengan balon.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya