Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Korea Utara mengakui adanya penurunan yang terjadi pada sektor pertanian di negaranya sepanjang 2018. Pernyataan tersebut mengingatkan kembali akan hasil laporan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB, FAO, yang juga menyebut negara tertutup itu masih akan sangat bergantung pada impor dan bantuan pangan di tahun mendatang.
Perdana Menteri Kabinet Pemerintahan Korea Utara, Pak Pong-ju, menyatakan, penurunan produksi pangan tersebut sebagai dampak kemunduran yang dihasilkan sejumlah pertanian di masa lalu. "Mereka gagal melakukan produksi dan bertanggung jawab dalam manajemen benih, termasuk gagal mendistribusikan jenis keturunan benih yang sesuai," kata Pak pada pertemuan nasional para pejabat pertanian yang berlangsung di Pyongyang minggu ini, seperti dikutip kantor berita KCNA, kemarin.
Pemerintah Korea Utara sejak di-pimpin Kim Jong-un, pada 2011, telah tidak lagi ragu untuk menyoroti adanya kekurangan dan kebijakan yang diambil melalui media pemerintah. Kim bahkan tidak ragu untuk menegur pejabat yang telah dianggapnya tak mampu menjalankan tugas dengan memuaskan.
Sebelumnya diberitakan, PBB dalam laporannya telah menyebut Korea Utara telah gagal mempertahankan produksi bahan pangan pokoknya, beras dan jagung, pada tahun ini.
FAO berpendapat, sebagai dampaknya, Pyongyang harus mengimpor hingga 641.000 ton bahan pangan di tahun mendatang. Angka tersebut telah meningkat dibandingkan tahun ini yang mencapai 456.000 ton bahan pangan, terdiri dari 390.000 pembelian impor dan 66.000 ton bantuan makanan.
Menurut FAO, Korea Utara menjadi salah satu dari 40 negara yang masih membutuhkan bantuan pangan dari pihak eksternal. Sebanyak 31 negara lainnya merupakan negara di Afrika.
Banyak kritik yang menyebut pemberian bantuan kepada Korea Utara justru akan mendorong Pyongyang dalam memprioritaskan ambisi militernya daripada menyediakan kebutuhan pokok bagi rakyatnya. "Tidak diragukan lagi bahwa ada masalah kelaparan di Korea Utara, meski tidak sampai pada tingkatan seperti pada tahun 1990-an," kata David Beasley, kepala Program Pangan Dunia PBB, pada Mei lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved