Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DONALD Trump melakukan kunjungan singkat ke Irak, yang merupakan kali pertama sejak terpilih sebagai presiden Amerika Serikat (AS). Kunjungan ke zona konflik menunjukkan komitmen penarikan pasukan militer, sekaligus menyatakan berakhirnya peran AS sebagai polisi global.
Dengan didampingi istrinya, Melania Trump, dia mendarat di Pangkalan Udara Al-Asad, Irak Barat, sekitar pukul 19.16 waktu setempat. Begitu sampai di lokasi, Trump menemui sekitar 100 personel pasukan militer yang sebagian besar merupakan pasukan khusus.
Dia pun mengadakan pertemuan terpisah dengan para pemimpin militer, sebelum akhirnya pergi dalam beberapa jam kemudian. Sementara itu, agenda pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Irak, Adel Abdel Mahdi, terpaksa dibatalkan.
Juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders, mengungkapkan, dalam panggilan tersebut, Trump sempat mengundang Abdel Mahdi mengunjungi Washington. Dalam video yang dipublikasikan Gedung Putih, Trump terlihat tersenyum saat berjabat dengan personel yang berpakaian kamuflase. Dia kemudian membubuhkan tanda tangan dan berfoto di pangkalan militer Irak.
Trump memanfaatkan kunjungan singkatnya ke Irak untuk menyatakan berakhirnya peran Amerika Serikat sebagai 'polisi dunia' sekaligus membela keputusannya menarik mundur pasukan AS dari Suriah.
Trump berupaya mempertahankan kebijakan America first yang mencakup penarikan diri dari aliansi multinasional, khususnya mengenai perspektif warga AS bahwa perang di Timur Tengah tidak memiliki akhir.
"Sangat tidak adil ketika bebannya ada pada pundak kita. Kami tidak ingin dimanfaatkan lagi oleh negara-negara yang menggunakan kekuatan militer yang luar biasa untuk melindungi mereka. Apalagi, mereka tidak membayar untuk itu. Kami berada di negara-negara yang kebanyakan belum dikenal. Terus terang, hal ini sungguh konyol," papar Trump.
Menolak permintaan jenderal
Kepada pewarta, Trump mengatakan dirinya menolak permintaan para jenderal untuk memperluas penempatan pasukan di Suriah. Untuk diketahui, sebanyak 2.000 pasukan militer AS, yang bergabung dengan pasukan asing lainnya, membantu pejuang lokal memerangi kelompok militan Negara Islam (ISIS).
"Kamu tidak memiliki waktu lagi karena kamu sudah punya cukup waktu," ucap Trump menirukan pernyataannya kepada petinggi militer AS.
Penarikan pasukan militer secara tiba-tiba memantik polemik yang tecermin dari pengunduran diri Menteri Pertahanan AS, Jim Mattis. Dalam surat pengundurannya yang disusun dengan kalimat tak biasa, Mattis terkesan mencela kebijakan Trump, terutama saat dia menekankan pandangannya yang kuat tentang memperlakukan sekutu dengan hormat. Dia juga memperjelas mengenai aktor jahat dan pesaing strategis.
Selain menyoroti peran AS dalam aspek militer dan finansial, Trump mengatakan Turki dan Arab Saudi sepakat untuk mengambil peran di Suriah. Trump juga mengatakan adanya potensi untuk kembali dan memberikan bantuan.
Di Afghanistan, Trump berencana menarik sekitar setengah dari total 14.000 personel militer yang berjuang dalam perang melawan gerilyawan Taliban. Namun, perang itu dinilai menyerupai jalan buntu. (AFP/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved