Tiongkok dan AS Adakan Konsultasi Tatap Muka pada Januari 2019

Tesa Oktiana Surbakti
27/12/2018 19:44
Tiongkok dan AS Adakan Konsultasi Tatap Muka pada Januari 2019
(Ist)

TIONGKOK dan Amerika Serikat (AS) diketahui telah merencanakan konsultasi tatap muka terkait perdagangan pada Januari 2019. Hal itu diungkapkan Kementerian Perdagangan Tiongkok di tengah upaya menyelesaikan konflik perdagangan bilateral dalam beberapa bulan terakhir.

Juru bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok, Gao Feng, menyatakan konsultasi melalui sambungan telepon masih bejalan intensif sementara ini. Dia menambahkan pembicaraan terus bergerak maju meski diwarnai masa liburan Natal di AS.

Baca juga: Dua Bom Meledak di Kawasan Wisata Ternama di Thailand Selatan

"Walaupun pihak AS berada dalam masa liburan Natal, tim ekonomi dan perdagangan antara kedua negara tetap berkomunasi dengan erat. Konsultasi berjalan sesuai jadwal," jelas Gao saat ditanyai pewarta mengenai kemajuan negosiasi perdaganan.

Akan tetapi, Gao enggan berkomentar mengenai laporan media yang menyebut rencana kunjungan delegasi perdagangan AS ke Tiongkok pada 7 Januari 2019. "Kedua belah pihak sudah mengatur secara khusus untuk konsultasi tatap muka pada Januari, di samping terus melanjutkan konsultasi telepon intensif," imbuhnya tanpa menjelaskan lebih detail.

Pejabat pemerintahan AS dan Tiongkok melakukan pembicaran melalui telepon dalam beberapa pekan terakhir. Namun, pertemuan bulan depan akan menjadi pembicaraan tatap muka pertama, sejak pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Buenos Aires, Argentina.

Trump dan Xi sepakat menghentikan pemberlakuan tarif sementara waktu. Perang tarif selama ini telah menghambat aliran ratusan miliar dolar komoditas antara kedua negara. Selain itu, kedua pemimpin negara juga sepakat memulai pembicaraan baru, dengan catatan AS menunda rencana kenaikan tarif periode Januari-Maret 2019.

Sebagai tanggapan, Tiongkok mulai mengimpor kembali kedelai asal AS, setelah berhenti selama enam bulan. Kendati demikian, tarif yang cukup lumayan untuk kargo AS tetap diberlakukaan. Pun, Tiongkok akan menangguhkan pengenaan tarif tambahan untuk kendaraan dan suku cadang buatan AS selama tiga bulan per 1 Januari 2019. Langkah itu diharapkan mempercepat negosiasi perdagangan antara kedua negara, sekaligus menghapus tarif tambahan pada masing-masing komoditas.

Baca juga: Trump: Peran AS Sebagai 'Polisi Dunia' Sudah Berakhir

Tim perdagangan AS rencananya menyambangi Tiongkok pada awal Januari mendatang. Tujuannya ialah mengadakan pembicaraan dengan pejabat Tiongkok. Hal itu dilaporkan Bloomberg yang mengutip sumber pemerintah AS. Senada, Reuters juga memberitakan rencana pertemuan pejabat kedua negara pada awal Januari.

Satu lagi tanda rekonsilasi, Tiongkok pada Selasa kemarin, mengeluarkan daftar yang disebut "negatif" untuk menentukan industri yang menjadi tempat berinvestasi domestik maupun asing. Dalam hal ini, mengenai pembatasan atau pelarangan. Daftar panduan tersebut dipandang sebagai upaya mengatasi kekhawatiran investor Barat bahwa tidak ada ruang bermain di Tiongkok. Akan tetapi, investasi di sejumlah sektor utama Tiongkok memang masih dibatasi.(Channelnewsasia/OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya