Presiden Palestina Larut Dalam Kemeriahan Natal di Betlehem

Tesa Oktiana Surbakti
25/12/2018 20:13
Presiden Palestina Larut Dalam Kemeriahan Natal di Betlehem
(AFP)

PEZIARAH dari seluruh dunia berkumpul di Betlehem untuk merayakan malam Natal. Mereka rela mengantre untuk melihat gua tempat kelahiran Yesus, sekaligus menikmati parade meriah.

Di Betlehem, wilayah Tepi Barat, para pemandu Palestina dan sebuah band bagpipe mengikuti parade di Manger Square, seberang Gereja Kelahiran Kristus. Dalam kerumunan, sebagian orang terlihat mengenakan topi Santau atau memegang balon. Publik tampak menikmati alun-alun yang dihiasi pohon Natal raksasa, dengan palungan yang memutar lagu-lagu Natal dalam bahasa Arab.

Uskup Agung Katolik untuk Tanah Suci, Pierbattista Pizzaballa, memimpin misa tengah malam di wilayah tersebut. Presiden Palestina Mahmud Abbas tidak mau ketinggalan larut dalam kemeriahan. Bersama pejabat tinggi lainnya, dia menghadiri misa perayaan Natal.

Tahun ini, pengunjung dapat melihat mosaik-mosaik Gereja Kelahiran Kristus yang baru direstorasi, dalam sebuah proyek besar. Gereja pertama kalinya dibangun di situs tersebut pada abad keempat, namun sempat dibangun kembali setelah kebakaran pada abad keenam. Adapun gereja yang lebih baru dan lebih luas, St. Catherine, terletak di sebelahnya.

"Ini merupakan kesempatan spesial berada di lokasi simbolis untuk perayaan Natal," ucap Lea Gudel, mahasiswa asal Perancis yang belajar di Yerusalem, saat ditemui di Manger Square.

Betlehem, yang terletak dekat Yerusalem namun dipisahkan tembok pemisah Israel, melihat adanya peningkatan pengunjung musim ini. Mengingat dalam beberapa tahun terakhir, terjadi penurunan pengunjung imbas konflik Israel-Palestina. Pejabat pariwisata Palestina dan operator hotel mengonfirmasi tingginya jumlah kunjungan pada musim ini.

"Tahun ini terasa lebih tenang, lebih baik dibandingkan tahun lalu. Namun, tetap saja saya senang merayakan Natal setiap tahun, meski situasi politik bergejolak," ujar Abeer Nasser, warga Palestina yang datang bersama kedua anaknya.

Di luar Betlehem, umat Kristen seluruh dunia merayakan Natal, setelah para pemimpin kerap mengingatkan dampak kekerasan terhadap sesama umat. Pada Jum'at lalu, Paus Fransiskus mengatakan kelompok ekstremis baru bermunculan dan menargetkan sejumlah gereja, tempat ibadah, pendeta dan anggota umat beriman.

"Berapa banyak umat Kristen mengalami penganiayaan, termarginalisasi, bahkan menerima diskriminasi di seluruh dunia. Tetapi mereka terus berani menghadapi maut, bukannya menyangkal Kristus," pungkas Paus.

Sementara itu, Ratu Elizabeth II menyerukan rasa hormat dan pentingnya kesopanan dalam pesan Natal. Adapun Barcelona bersiaga penuh, setelah Departemen Luar Negeri AS memperingatkan risiko serangan teroris di kota terbesar kedua Spanyol selama liburan Natal.(AFP/OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya