Pengembangan Ekonomi Kelautan Tiongkok Masih Terkendala

Nia Deviyana
25/12/2018 14:30
Pengembangan Ekonomi Kelautan Tiongkok Masih Terkendala
(AFP)

TIONGKOK masih menghadapi sejumlah kendala dalam bidang ekonomi kelautan, kendati pertumbuhan di sektor ini menunjukkan angka yang positif. Sejauh ini, Pemerintah Tiongkok terus memacu kinerja seluruh industri guna mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih maksimal.

Menurut laporan yang akan disampaikan pada sesi dua bulanan Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional, kendala itu mencakup eksploitasi berlebihan terhadap perairan pantai, ekploitasi yang tidak memadai atas perairan laut dalam dan tinggi, inovasi dan teknologi kelautan yang relatif masih rendah, serta konservasi ekologis.

Namun, pertumbuhan tahunan ekonomi dari sektor ini menunjukkan angka yang positif dengan rata-rata 7,2%n sejak 2012. Laut Tiongkok yang dibagi menjadi tiga zona yakni utara, timur, dan selatan telah menyumbang 9,4% dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2017.

Adapun aset yang dihasilkan dari sektor ini mencapai 7,76 triliun yuan atau sekitar US$1,12 triliun pada 2017. 

"Keberhasilan ini utamanya ditopang oleh terobosan teknologi dan proyek-proyek besar yang mendukung kemajuan Tiongkok menuju kekuatan maritim," demikian laporan tersebut, seperti dilansir dari Xinhua, Selasa (25/12).

 

Baca juga: Polisi Tangkap Tersangka Insiden Drone di Bandara Inggris

 

Untuk menghadapi sejumlah tantangan, Tiongkok telah merumuskan kebijakan dan langkah-langkah menuju kekuatan maritim, antara lain dengan meningkatkan kerja legislatif, mengoptimalkan struktur industri kelautan, serta meningkatkan kualitas dan efektivitas ekonomi kelautan.

Berbagai upaya juga akan dilakukan untuk mengubah dan meningkatkan industri kelautan tradisional. Selain itu, pihak berwenang akan terus memperkuat kontrol terhadap penggunaan sumber daya laut, serta menyokong perusahaan yang terlibat untuk terus melakukan inovasi, baik di ranah sistem maupun pengelolaan laut. (Medcom/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya