Ratusan WNI di Yaman Dievakuasi ke Arab Saudi

MI
02/4/2015 00:00
Ratusan WNI di Yaman Dievakuasi ke Arab Saudi
Armanatha Nasir Juru bicara Kemenlu(Antara)
SEBANYAK 309 warga negara Indonesia (WNI) telah dievakuasi dari Yaman menuju Jizan, Arab Saudi. "Mereka diberangkatkan dari Hudaida (Yaman) melalui jalur darat. Diperkirakan, perjalanan membutuhkan waktu 4 jam," ujar juru bicara Kemenlu, Armanatha Nasir, kemarin.

Armanatha mengatakan jalur itu paling aman saat ini. "Awalnya evakuasi udara menggunakan pesawat TNI-AU. Namun, karena kondisinya (Yaman) tidak menentu, dibatalkan."

Menurut data Kemenlu, WNI di Yaman berjumlah 4.159 o rang, dengan perincian 2.626 mahasiswa, 1.488 pekerja perusahan minyak dan gas, serta 45 sisanya staf kedubes.

Terkait pengintensifan evakuasi, pemerintah memberangkatkan dua tim. "Tim pertama beranggotakan 15 orang, diberangkatkan pada Kamis (2/4) dini hari pukul 01.00 WIB menuju Sana'a, Yaman," ujar Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Lalu M Iqbal.

Tim kedua, lanjutnya, berangkat pada Kamis pukul 19.00 menuju Mukalla, Yaman.Kedua tim itu diberangkatkan dari Bandara Halim Perdan akusuma, Jakarta, dengan Boeing 737 milik TNI-AU.

Iqbal menambahkan, hingga saat ini Duta Besar Indonesia untuk Yaman Wajid Fauzi masih berada di negara itu. "KBRI masih beroperasi, tapi tidak di Sana'a. Kami memindahkannya ke gedung yang lebih aman."

Pada kesempatan terpisah, Kepala Dinas Penerangan TNIAU Marsekal Pertama Hadi Tjahjanto mengatakan Kota Salalah di Oman akan menjadi homebase selama proses evakuasi. "Proses evakuasi mungkin selama dua pekan. Kami juga melibatkan 18 prajurit TNI-AU," ujarnya.

Kepala Satgasus Kemanusiaan Polri Kombes Khrisna Murti, yang ikut dalam tim, menyatakan pihaknya akan berkonsentrasi di Kota Alhudaida. "Dubes Wajid Fauzi masih bertahan di Hudaida."

Menurut Dewan HAM PBB di Jenewa, tercatat 93 warga sipil tewas dan 364 lainnya terluka setelah gempuran pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi lima hari terakhir untuk mengusir pemberontak Houthi. (Pra/Nov/Pol/AP/Bas/X-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya