AS Shutdown untuk Ketiga Kalinya

Denny Parsaulian Sinaga
23/12/2018 12:45
AS Shutdown untuk Ketiga Kalinya
(ANDREW CABALLERO-REYNOLDS/AFP)

AMERIKA Serikat (AS), kemarin pagi, mulai melaksanakan shutdown (penutupan layanan) pemerintahan.

Hal itu terjadi setelah Kongres AS menunda pengesahan Undang-Undang (UU) tentang Belanja Federal.

Sebagai informasi, pemerintah AS mengajukan rancangan undang-undang (RUU) tersebut sebagai dasar hukum pendanaan pembangunan tembok perbatasan seperti yang diminta Trump.

Kemarin, sejak pukul 00.01 waktu setempat, operasional sejumlah agen utama pemerintahan dihentikan meskipun pembicaraan antara pejabat Gedung Putih dan para pemimpin Kongres kedua pihak masih berlangsung di Capitol Hill.

Sebelumnya, Trump telah meminta dana sebesar US$5 miliar untuk membiayai pembangunan tembok di perbatasan AS dengan Meksiko. Sebagai opisisi, Partai Demokrat sangat menentang hal itu. Akibatnya, dengan tanpa kesepakatan, dana federal untuk lusinan lembaga pemerintah ikut tertunda saat jam menunjukkan waktu tengah malam pada Jumat (21/12).

Dalam tahun ini, penutupan layanan pemerintahan AS tersebut merupakan yang ketiga kalinya dan hingga kini masih belum jelas kapan akan berakhir. Namun, menurut Trump, hal itu tidak akan lama.

Akan tetapi, bagi pegawai federal, shutdown membawa imbas buruk. Pasalnya, 800 ribu pegawai federal akan cuti atau dipaksa bekerja tanpa dibayar menjelang libur Natal tahun ini.

Di sisi lain, Dewan Perwakilan Rakyat memutuskan untuk menunda pembahasan RUU tersebut pada Jumat (21/12) sebelum pukul 19.00 waktu setempat. Keputusan itu diambil tanpa diserta langkah-langkah untuk mencegah penutupan layanan pemerintahan.

Padahal, sekitar tiga perempat pegawai pemerintahan, termasuk militer serta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS, baru  dibiayai hingga akhir September 2019. Sisanya sebesar 25% belum didanai.

Sejak diberlakukannya shutdown, sebagian besar karyawan NASA akan dipulangkan. Hal itu juga berlaku untuk pegawai di departemen perdagangan, departemen keamanan dalam negeri, pengadilan, dan departemen pertanian.

Namun, layanan pada taman-taman nasional akan tetap dibuka. Meski begitu, sebagian besar staf pertamanan akan dirumahkan.

Terpisah, pihak senator mengatakan para pemimpin kongres kedua pihak sedang bernegosiasi di belakang layar dengan para pejabat Gedung Putih, seperti Wakil Presiden Mike Pence dan menantu Trump, Jared Kushner.

Tidak berpengaruh
Dalam menanggapi shutdown pemerintahan di Amerika Serikat, pengamat hubungan internasional Hikmahanto Juwana mengatakan hal itu tidak berdapak terhadap Indonesia.

"Ini bukan yang pertama, sebelumnya juga pernah. Tidak ada (efeknya). Kan sudah beberapa kali. Aman-aman saja," kata Hikmahanto, kemarin.

Menurut catatan, shutdown pemerintahan AS memang sudah sering terjadi. Hal itu pertama kali terjadi pada 1980. Kemudian dilakukan lagi di 1981, 1984, 1986, 1995, 1996, 2013, dan yang terbaru di 2018.

Pada 2018, shutdown terjadi sejak 20 Januari hingga 23 Januari. Shutdown kedua berlangsung pada 9 Februari. Untuk ketiga kalinya, shutdown mulai berlaku pada 22 Desember tengah malam. (AFP/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya