Indonesia Tamu Kehormatan Festival Janadriyah di Arab Saudi

Syarief Oebaidillah
21/12/2018 21:10
Indonesia Tamu Kehormatan Festival Janadriyah di Arab Saudi
(Ist)

INDONESIA menjadi tamu kehormatan pada Festival Janadriyah ke-33, di Riyadh, Arab Saudi. Momentum ini mempromosikan keberagaman seni dan budaya Indonesia.

Keikutsertaan Indonesia dalam festival tahunan ini bertujuan memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi.

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menghadirkan Paviliun Indonesia yang menampilkan miniatur keberagaman budaya Indonesia, sekaligus miniatur Indonesia sebagai negara maritim yang menjalin hubungan dan kerja sama dengan banyak negara, termasuk Arab Saudi.

"Sebagai tamu kehormatan dalam Festival Janadriyah, Kemendikbud dengan kerja keras seluruh unit utama menyajikan rangkaian acara mulai dari seni batik, seni tari tradisonal, seni lukis, seni pencak silat,kaligrafi, seni kria, dan kapal phinisi sebagai warisan budaya tak benda.

Itu kita tampilkan semua. Kami berharap ini akan menarik perhatian pengunjung Festival Janadriyah," kata Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Didik Suhardi, di Riyadh, sesaat sebelum pembukaan festival melalui keterangan tertulis yang diterima hari ini.

Kesempatan baik pada festival ini dimanfaatkan Kemendikbud memberikan layanan Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA). “Semoga paket ini dapat mempermudah warga asing yang ingin belajar bahasa Indonesia,” ungkap Didik Suhardi.

Festival Janadriyah merupakan festival budaya tahunan terbesar di Timur Tengah yang diselenggarakan sejak 1985. Festival Janadriyah tahun ini merupakan yang ke-33 kalinya yang dibuka Raja Salman bin Abdul Aziz. Pemilihan Indonesia sebagai tamu kehormatan merupakan keputusan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud.

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani, mewakili Presiden Joko Widodo, mengatakan, sebagai negara dengan penduduk beragama Islam terbesar di dunia, muslim moderat di Indonesia sangat toleran terhadap agama-agama lain yang diakui.

"Muslim moderat di Indonesia bisa menjadi contoh penerapan Islam yang 'rahmatan lil alamin'," kata Puan dalam pembukaan Festival Janadriyah ke-33 itu.

Festival Janadriyah kali ini, Indonesia mengusung tema persatuan dalam keberagaman untuk memperkuat moderasi dan perdamaian global dengan memperkenalkan keberagaman suku, bangsa, budaya, dan bahasa yang ada.

"Semboyan negara Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika, memiliki arti berbeda-berbeda tetapi tetap satu," ujarnya.

Paviliun Indonesia juga akan menampilkan arsip-arsip hubungan baik yang selama ini terjalin antara Indonesia dengan Arab Saudi, yaitu arsip tentang pelajar-pelajar Indonesia yang belajar di Arab Saudi dan kunjungan pemimpin-pemimpin Arab Saudi ke Indonesia.

"Partisipasi dalam Festival Janadriyah adalah persembahan terbaik dari Pemerintah dan rakyat Indonesia untuk memperkuat hubungan bilateral Arab Saudi-Indonesia," tuturnya.

Menurut Puan, kerja sama kebudayaan seperti Festival Janadriyah merupakan cara terbaik untuk saling mengenal satu sama lain. Kerja sama kebudayaan adalah sebuah dialog peradaban.

"Partisipasi Indonesia tidak akan terlaksana bila tidak ada dukungan dan sambutan baik dari Kerajaan Arab Saudi. Mudah-mudahan rakyat Arab Saudi bisa mengenal Indonesia lebih baik dan hubungan Indonesia-Arab Saudi semakin kuat di masa mendatang," katanya.

Di bawah koordinasi Kemendikbud serta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh, sebanyak 180 delegasi Indonesia akan menampilkan keanekaragaman budaya Indonesia, termasuk pencak silat dan film karya anak bangsa.

Dihubungi terpisah, Direktur Pembinaan SMA Kemendikbud, Purwadi, menambahkan, pada festival Janadriyah ini, 10 pelajar SMA terbaik Indonesia yang menjuarai pencak silat turut tampil.

"Mereka adalah para juara Olimpiade Olahraga Siswa Nasional atau O2SN Pencak Silat," kata Purwadi.

Menurutnya, pencak silat Indonesia disegani dunia internasional.

"Jadi, di Festival Janadriyah ini kami dari Kemendikbud turut berpartisipasi mempromosikan pencak silat Indonesia guna menarik warga disana agar tertarik pada kekayaan budaya pencak silat kita," pungkasnya. (OL-1)

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya