Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGUMUMAN Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa mereka telah menang melawan Negara Islam (IS) diikuti penarikan pasukan dari sana.
Keputusan penting untuk mundur itu bertentangan dengan kebijakan AS yang telah lama ditetapkan untuk Suriah dan kawasan. Para pembuat undang-undang yang bungkam, Pentagon, dan sekutu internasionalnya.
"Kami menang melawan IS," kata Trump dalam video singkat yang diunggah di Twitter. "Kami sudah mengalahkan mereka dan kami telah mengalahkan mereka dengan buruk. Sekarang saatnya bagi pasukan kami untuk pulang."
Penarikan itu memiliki konsekuensi geopolitik yang luar biasa dan menyebabkan ketidakpastian nasib pejuang Kurdi. Kurdi didukung AS yang ribuan di antaranya diperkirakan tetap di Suriah.
Seorang pejabat AS mengatakan keputusan Trump dikeluarkan Selasa (18/12). "Penarikan penuh, semua berarti semua," kata pejabat itu.
Saat ini, sekitar 2.000 pasukan AS berada di negara itu. Sebagian besar dari mereka dalam misi untuk mendukung pasukan lokal yang memerangi IS.
Pejabat Pentagon langsung bereaksi setelah Trump mencicit bahwa IS telah dikalahkan. Seorang juru bicara akhirnya mengatakan Departemen Pertahanan telah memulai proses untuk membawa pasukan pulang.
Namun, anggota parlemen me-nyalahkan Trump dengan mengatakan penarikan itu bisa memembuat Turki berani menyerang pejuang Kurdi yang didukung AS. "Keputusan Presiden tidak bijaksana dan menempatkan Kurdi dalam bahaya," kata Senator Republik Lindsey Graham.
Sementara itu, Senator Demokrat Jack Reed mengatakan hal itu merupakan pengkhianatan kepada suku Kurdi yang memberikan bukti ketidakmampuan Presiden Trump untuk memimpin di panggung dunia.
Trump sebelumnya menyuarakan skeptisisme tentang kehadiran AS di Suriah. Ia mengatakan, pada Maret, ia ingin membawa pasukan pulang segera. Namun, penasihat militer dan sekutu internasional memperingatkan Trump terhadap penarikan yang tiba-tiba dan menyetujui misi Suriah yang tak terbatas.
Secepat mungkin
Pejabat AS tidak akan memberikan lini waktu penarikan. Dia hanya mengatakan penarikan itu akan dilakukan secepat mungkin.
Juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders mengatakan koalisi pimpinan AS yang mencakup belasan negara akan terus memerangi para jihadis. "Kemenangan atas IS di Suriah ini tidak menandakan akhir dari Koalisi Global." kata Sanders.
Presiden Rusia Vladimir Putin mendukung keputusan Trump, setelah mengumumkan kemenangan atas pasukan Negara Islam. "Fakta bahwa AS telah memutuskan untuk menarik pasukannya ialah benar," kata Putin.
Putin mengatakan, menyangkut kemenangan atas IS, dia setuju dengan Presiden AS. "Kami telah melakukan pukulan serius terhadap IS di Suriah."
Namun, ia meragukan tindakan Washington. "Kami tidak melihat tanda-tanda penarikan pasukan AS," tegas Putin.
Washington memulai serangan udara ke Suriah pada 2014, satu tahun sebelum pasukan darat dikerahkan untuk memukul IS dan melatih para pemberontak Suriah. Utusan AS Anti-ISIS Brett McGurk menyatakan kini ISIS hanya menguasai 1% wilayah di Suriah. (AFP/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved