Menteri Agama Minta Tiongkok Terbuka soal Uighur

Zubaidah Hanum
20/12/2018 21:20
Menteri Agama Minta Tiongkok Terbuka soal Uighur
(MI/BAYU ANGGORO)

MENTERI Agama Lukman Hakim Syaifuddin meminta pemerintah Republik Rakyat Tiongkok memberikan penjelasan terbuka soal pemberitaan krisis kemanusiaan warga Uighur Xinjiang, yang santer diberitakan saat ini.

"Dalam dunia global dengan kecepatan arus informasi seperti saat ini, kondisi masyarakat Uighur penting untuk diketahui masyarakat dunia," ujar Menag, seperti dikutip dari laman kemenag.go.id, Kamis (20/12) malam.

Pasalnya, kabar yang beredar sekarang ini simpang siur. Sebagian kabar menyebut bahwa tengah terjadi krisis kemanusiaan di sana hingga menggerakan aksi simpatik dan kepedulian publik. Ada juga yang membantah informasi tersebut dan mengatakan bahwa yang terjadi di Uighur terkait gerakan separatisme.

"Akan jauh lebih baik bila pihak otoritas Pemerintah Tiongkok langsung yang menjelaskan ke masyarakat dunia, agar tak menimbulkan dugaan-dugaan yang tak berdasar," sambungnya.

Menurut Menag, pemerintah RI telah memanggil Dubes Tiongkok di Jakarta guna menyampaikan perhatian dan kepedulian berbagai pihak di Indonesia mengenai kondisi masyarakat Uighur. Namun demikian, penjelasan terbuka dari Tiongkok tentu dibutuhkan masyarakat.

Jika memang ada persoalan yang terkait dengan kehidupan beragama, Menag menegaskan pentingnya kebebasan dalam beragama.

"Kami berpandangan bahwa kebebasan beragama merupakan hak asasi manusia yang harus senantiasa dilindungi, dijaga, dan dihormati," tandasnya. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya