Hodeida Tenang setelah Gencatan Diberlakukan

(AFP/Yan/I-1)
20/12/2018 05:45
Hodeida Tenang setelah Gencatan Diberlakukan
( (Photo by Mohammed HUWAIS / AFP))

KOTA pusat konflik di Yaman, Hodeida tenang setelah gencatan senjata mulai berlaku. Dan sebuah tim termasuk anggota dari pihak yang bertikai bersiap memantau gencatan senjata yang disepakati pada pembicaraan di Swedia.

Gencatan senjata yang bertahan lama akan menjadi langkah besar dalam upaya mengakhiri perang yang menghancurkan Yaman. Perang ini telah menewaskan ribuan orang dan menyebabkan 14 juta orang di ambang kelaparan.

"Gencatan senjata yang mulai berlaku semalam itu akan diikuti tim pengamat yang menyebar 'dalam 24 jam'," kata seorang pejabat PBB, Selasa (18/12).

"Komite Koordinasi Pemindahan mencakup anggota pemerintah yang didukung Saudi dan pemberontak Houthi yang dibantu Iran tetapi diketuai PBB," urai pejabat yang tidak mau disebutkan namanya kepada AFP.

"Kedua pihak mengatakan secara terbuka bahwa mereka mematuhi gencatan senjata."

Para pengamat akan mengawasi pelaksanaan gencatan senjata, penarikan kedua pihak yang bertikai dari Kota Hodeida, dan penarikan Houthi dari pelabuhan-pelabuhan utamanya.

Ketua komite melapor ke Dewan Keamanan PBB secara mingguan. Ini sebagai bagian dari upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik yang meletus pada 2014.

Perang antara pemberontak Houthi dan pasukan yang setia kepada Presiden Abedrabbo Mansour Hadi meningkat pada 2015, ketika koalisi militer yang dipimpin Saudi membantu pihak pemerintah.

Sejak itu sekitar 10.000 orang telah tewas, menurut Organisasi Kesehatan Dunia WHO. Tetapi, beberapa kelompok hak asasi manusia yakin jumlah korban jauh lebih besar.

Gencatan senjata itu mulai berlaku pada tengah malam (21.00 GMT) pada Senin (17/12), tetapi bentrokan berlanjut hingga pukul 03.00 GMT. Menurut sumber-sumber propemerintah dan penduduk.

Kondisi tenang di Kota Hodeida baru terjadi pada Selasa pagi. Hodeida, kota yang pelabuhannya merupakan pintu gerbang bagi sebagian besar impor ke Yaman.

"Sudah ada ketenangan sejak pukul 03.00 waktu Yaman di Kota Hodeida," kata seorang sumber militer yang setia kepada pemerintah kepada AFP.

Penduduk dimintai konfirmasi melalui telepon bahwa belum ada pertempuran antara pasukan pemerintah yang didukung koalisi yang dipimpin Saudi dan pemberontak Huthi yang didukung Iran sejak pukul 03.00 pagi.

Penduduk mengatakan pertempuran sehari-hari biasanya akan sengit di malam hari dan malam hari, dan berhenti sebelum fajar.

Kedua belah pihak yang bertikai menyambut gencatan senjata di Provinsi Laut Merah yang strategis itu.

Kesepakatan yang dicapai minggu lalu termasuk gencatan senjata segera di Hodeida dan sekitarnya.

Gencatan senjata merupakan terobosan signifikan pertama dalam upaya perdamaian. Gencatan senjata menjadi bagian dari langkah membangun kepercayaan untuk membuka jalan bagi gencatan senjata yang lebih luas.

Berdasarkan kesepakatan itu, pemantau internasional akan dikerahkan di Hudaydah dan semua angkatan bersenjata akan mundur sepenuhnya dalam 21 hari sejak dimulainya gencatan senjata.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya