RI Berkomitmen Jaga Perdamaian Dunia

(Tes/I-1)
20/12/2018 05:30
RI Berkomitmen Jaga Perdamaian Dunia
(antara)

MENTERI Luar Negeri RI Retno Marsudi mengingatkan komitmen Indonesia untuk terus merawat perdamaian dunia. Bagi Indonesia, diplomasi perdamaian dan diplomasi kemanusiaan menjadi dua fokus kuat diplomasi, khususnya di tengah situasi global yang semakin tidak menentu.

"Perdamaian tidak datang dari langit. Perdamaian harus diupayakan dan dirawat. Sementara itu, perbedaan ialah kodrat. Untuk itu pengingkaran terhadap perbedaan adalah pengingkaran terhadap kodrat," ujar Retno saat menjadi pembicara di Universitas Padjadjaran, kemarin.

Retno menyoroti Afghanistan yang tengah berada dalam situasi konflik, Indonesia menginisiasi pertemuan trilateral ulama antara Afghanistan, Pakistan, dan Indonesia. Tujuannya mengajak para ulama di ketiga negara bertukar pandangan mengenai perdamaian.

Indonesia juga secara konsisten mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina. Pada Oktober lalu, telah diresmikan Palestine Walk yang menandai solidaritas Indonesia dan Palestina. Lebih lanjut, Indonesia juga berkomitmen untuk meningkatkan kontribusi pada UNRWA dalam penanganan isu pengungsi Palestina.

Indonesia selalu mengupayakan pencegahan konflik (conflict prevention). "Indonesia yang majemuk membuat potensi perbedaan mutlak ada. Kemajemukan harus dirawat dengan toleransi dan saling menghormati," imbuh Retno.

Dalam upaya penanganan pe-ngungsi Rakhine State, Indonesia senantiasa memperjuangkan repatriasi pengungsi yang berprinsip sukarela, aman, dan bermartabat. "Indonesia akan terus berada di garda terdepan untuk memastikan isu kemanusiaan dapat diselesaikan dengan bermartabat," pungkasnya.

"Rekam jejak diplomasi Indonesia selama ini dicatat dan diapresiasi dunia. Hasilnya, Indonesia terpilih menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020. Capaian ini menjadi capaian seluruh anak bangsa," lanjut Retno.

Tak lupa dia berpesan bagi seluruh pemuda Indonesia untuk merawat persatuan dan menghormati perbedaan.

Di Bandung sendiri, sebagai kota tempat diadakannya Konferensi Asia Afrika 1955, diharapkan generasi muda terus menjadikan Bandung tempat perdamaian terus ditumbuhkembangkan.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya