Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Luar Negeri Amerika Serikat (AS) telah menyetujui penjualan sistem pertahanan udara dan rudal Patriot senilai US$3,5 miliar ke Turki. Hal itu diungkapkan Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan AS dalam pertemuan dengan Kongres AS.
Sertifikasi persetujuan penjualan ke Turki mencakup 80 rudal canggih Patriot dan 60 rudal lainnya. Berikut, peralatan pendukung seperti perangkat radar, stasiun pengendali dan stasiun peluncuran.
Awal tahun ini, Kementerian Luar Negeri AS menyatakan adanya kerja sama dengan sekutu NATO, Turki. Terutama mengenai kemungkinan rudal sistem pertahanan Raytheon Co Patriot, agar tidak membeli sistem S-400 buatan Rusia.
Namun dalam dua kali proses seleksi, Turki melewatkan pembelian sistem Patriot. Turki memutuskan memilih sistem pertahanan dari Tiongkok, sebelum beralih ke sistem S-400 Rusia pada 2017.
Baca juga: PM Belgia Ajukan Surat Pengunduran Diri
Para pejabat AS dan NATO berulang kali memperingatkan Turki bahwa sistem Rusia tidak dapat terintegrasi dengan sistem pertahanan dan rudal NATO. Selain itu, pembelian sistem S-400 dari Rusia, membahayakan pembelian Turki terhadap jet tempur Lockheed Martin Corp F-35. Langkah tersebut juga dikhawatirkan memicu kemarahan AS, yang berlanjut menjatuhkan sanksi kepada Turki.
Proses notifikasi dari Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan AS jelas menjadi perhatian bagi Kongres AS, bahwasanya penjualan sistem pertahanan ke negara lain sudah disetujui. Akan tetapi, hal itu belum menunjukkan telah terjadi penandatanganan kontrak maupun penyelesaian negosiasi.(Channel News Asia/OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved