Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
JUMLAH wartawan yang tewas di seluruh dunia saat menjalankan tugas peliputan jurnalistik, sepanjang Januari hingga Desember 2018, melonjak 14% jika dibandingkan dengan jumlah tahun lalu.
Akibat peningkatan itu, total jurnalis yang tewas di periode tersebut menjadi 113 orang. Demikian diungkapkan Press Emblem Campaign (PEC) pada Senin (17/12) seperti dilansir Kantor Berita Xinhua yang dipantau Kantor Berita Antara, kemarin.
PEC yang bermarkas di Jenewa, Swiss, merinci dalam laporan tahunan mereka, 113 wartawan yang tewas tersebut tersebar di 30 negara. Mereka mencatat, 17 jurnalis tewas di Afghanistan, 17 di Meksiko, dan 11 di Suriah.
Lembaga itu menjelaskan, sebagian besar wartawan tersebut meninggal dunia di negara-negara yang masuk kategori berbahaya. PEC menetapkan tiga negara dalam daftar kategori berbahaya, yakni Afghanistan, Meksiko, dan Suriah.
Selain tiga negara itu, PEC juga menempatkan dua negara lain sebagai tempat berbahaya pula. Namun, level kedua negara itu setingkat di bawah kategori negara berbahaya. Dua negara yang dimaksud ialah Yaman dan India. "Di dua negara itu, masing-masing delapan wartawan telah tewas di sana," ungkap PEC.
Secara agregat, menurut PEC, kelima negara tersebut menjadi tempat tewasnya 61 wartawan atau lebih separuh dari total jurnalis yang meninggal dunia saat bertugas sepanjang 2018.
"Kelompok teror di Afghanistan dan kelompok kriminal di Meksiko merupakan penyebab utama kematian para wartawan," kata PEC. Setelah lima negara tersebut, peringkat keenam sebagai tempat terbanyak tewasnya para jurnalis ialah Amerika Serikat (AS).
Di negara itu, tercatat enam wartawan meninggal dunia. Mereka tewas di tangan seorang pria bersenjata yang melakukan penembakan secara membabi buta di kantor Harian Capital Gazette, Annapolis, pada Juni 2018.
Setelah AS, menyusul Pakistan dengan lima wartawan tewas. Namun, untuk jumlah wartawati yang tewas sepanjang 2018, menurun. PEC mencatat, sepanjang 2016, sebanyak lima wartawati meninggal dunia. Di 2017, melonjak menjadi 16 orang. Tahun ini, hanya tujuh orang yang terbunuh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved