Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Luar Negeri Arab Saudi geram atas resoulsi yang disahkan Senat Amerika Serikat (AS), lantaran mengutuk Putra Mahkota, Muhammad bin Salman, atas kasus pembunuhan Jamal Khashoggi.
"Kerajaan Arab Saudi menolak posisi yang baru saja dinyatakan Senat AS. Klaim dan tuduhan tersebut tidak bisa dibuktikan kebenarannya. Selain itu, bermuatan hal yang mengganggu urusan internal kerajaan, serta merusak peran kerajaan dalam ranah regional dan internasional," bunyi pernyataan resmi kementerian melalui akun twitternya.
Di samping itu, pihak kerajaan dengan tegas menolak siapapun ikut campur dalam urusan internalnya. "Termasuk semua tuduhan dengan cara apapun, yang tidak menghormati kepemimpinan kerajaan," lanjut pernyataan tersebut.
Resolusi yang disahkan Senat AS pekan lalu, menggarisbawahi keyakinan bahwa Putra Mahkota bertanggung jawab atas kematian Jamal Khashoggi. Serta, menyerukan kepada Kerajaan Arab Saudi agar memastikan akuntabilitas terkait pihak yang bertanggung jawab terhadap kasus pembunuhan tragis.
Senat AS juga menyetujui resolusi terpisah yang mendesak pemerintah AS mengakhiri dukungan militernya terhadap koalisi perang di Yaman yang dipimpin Saudi. Langkah tersebut mencerminkan kemarahan Senat AS terhadap sikap pemerintahan Trump dalam menjaga hubungan dengan Saudi.
Khashoggi, jurnalis senior yang menjadi kolumnis Washington Post, dibunuh saat mendatangi Konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada Oktober lalu. Jasadnya diketahui telah dimutilasi. Sosok Khashoggi terkenal kerap mengkritik tajam pemerintahan Arab Saudi.
Di lain sisi, Badan Intelijen Pusat AS (CIA) menyimpulkan Putra Mahkota secara pribadi menginstruksikan pembunuhan Khashoggi. Namun, tuduhan keterlibatan tersebut ditepis pemerintah Saudi. Tidak seirama, Presiden AS Donald Trump berupaya menghindar untuk mengeluarkan pernyataan yang menyudutkan Putra Mahkota. Bulan lalu, Trump mengatakan pihaknya mendukung pemerintah Arab Saudi. Langkah tersebut dikecam keras sejumlah anggota parlemen, termasuk petinggi Senat AS dari Partai Republik.
Baca juga: Terkait Skandal Dana 1MDB, Malaysia Tuntut Goldman Sachs
"Mungkin saja Putra Mahkota memiliki pengetahuian terkait peristiwa tragis tersebut. Namun, mungkin saja dia tidak terlibat. Kami mungkin tidak akan pernah tahu seluruh fakta mengenai kasus pembunuhan Khashoggi. Bagaimanapun kami tetap menjaga hubungan dengan Kerajaan Saudi. Mereka telah menjadi sekutu besar dalam perjuangan kami melawan Iran," jelas Trump.
Pernyataan Trump juga didukung Menteri Pertahanan AS James Mattis dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo. Mereka juga menyangsikan tuduhan keterlibatan Putra Mahkota dalam kasus pembunuhan tersbeut. Pompeo bahkan menyebut tidak ada bukti langsung yang menunjukkan keterlibatan Putra Mahkota.
Baca juga: Korea Utara Kutuk Pemberlakuan Sanksi Dari AS
Sebelumnya, melalui akun twitter resmi, Kementerian Luar Negeri Saudi telah menuliskan pembelaan. "Kerajaan menegaskan bahwa pembunuhan warga negara Saudi, Jamal Khashoggi, merupakan kejahatan keji yang tidak mencerminkan sikap Kerajaan maupun institusinya," bunyi pernyataan resmi. Selain itu, pemerintah Saudi turut menanggapi hubungan dengan AS. "Kerajaan ingin melestarikan hubungan dengan AS, dan terus bekerja sama meningkatkan hubungan ini dalam berbagai bidang," lanjut pernyataan tersebut.(CNN/OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved