Kepolisian Jepang Investigasi Ledakan Di Sapporo

Tesa Oktiana Surbakti
17/12/2018 21:50
Kepolisian Jepang Investigasi Ledakan Di Sapporo
(JIJI PRESS / AFP)

KEPOLISIAN Jepang tengah menginvestigasi penyebab ledakan dahsyat yang menghancurkan sebuah restoran di Kota Sapporo. Insiden itu menyebabkan 42 korban luka-luka dan merusak bangunan di sekitar.

Peristiwa ledakan terjadi pada Minggu (16/12) malam waktu setempat, yang memantik kebakaran besar dan kerusakan sejumlah bangunan di dekat restoran tersebut.

Baca juga: Terkait Skandal Dana 1MDB, Malaysia Tuntut Goldman Sachs

Sejauh ini, penyebab ledakan masih diselidiki. Namun berdasarkan laporan awal, kemungkinan disebabkan kebocoran gas. Petugas melihat setidaknya terdapat sembilan tangki propana yang dipasang di gedung untuk menyokong kebutuhan berbagai bisnis di dalamnya.

Pelanggan yang berada di restoran yang terletak di lantai pertama gedung, mengungkapkan sempat mencium bau gas saat terjadi ledakan. Sejumlah saksi menggambarkan ledakan tersebut sungguh mengerikan, lantaran diikuti api besar dan gumpalan asap tebal. Kondisi bangunan kayu dengan dua lantai, yang mencakup klinik, rusak parah.

Pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa. Namun, korban luka-luka mencapai 42 orang, di antaranya terdapat anak-anak. Seorang perempuan yang mengalami luka bakar diketahui sempat melompat dari gedung untuk menyelamatkan diri.

"Suara ledakan begitu besar, seperti "bang". Ketika saya melihat ke langit bangunan, sudah dipenuhi gumpalan asap. Kemudian langit-langit runtuh. Kami sempat terjebak, namun berhasil menyelamatkan diri setelah semua orang menendang dinding," ujar seorang saksi mata kepada NHK.

Kebakaran yang dipicu ledakan, telah menyebar ke gedung-gedung sekitar. Puing-puing bangunan yang meledak pun menghancurkan jendela apartemen dan restoran di dekatnya. "Kami masih menyelidiki tentang detail kerusakan bersama pihak kepolisian di lokasi," ujar petugas departemen pemadam kebakaran.

Tak lama setelah ledakan terjadi sekitar pukul 08.30 malam (1130 GMT), pemerintah setempat langsung membuka tempat penampungan untuk warga yang huniannya terdampak. Ledakan tersebut juga menyebabkan pemadaman listrik yang menyasar 250 bangunan. Namun, aliran listrik sudah berhasil dipulihkan.

Baca juga: Korea Utara Kutuk Pemberlakuan Sanksi Dari AS

Takashi Shida, pejabat pemadam kebakaran Sapporo, mengatakan tiga penyewa di gedung tersebut kurang memiliki kesiapan untuk mengantisipasi kebakaran. "Padahal Oktober lalu, kami sudah menginstruksikan kepada mereka agar meningkatkan langkah antisipasi. Namun, mereka kurang menggubris," ujar dia.

Di Jepang, masih banyak bangunan berskala kecil dan menengah yang terbuat dari kayu. Alhasil, bangunan tersebut rentan terhadap kebakaran. Pada Februari kemarin, terjadi kebakaran di sebuah panti jompo, Sapporo, yang menewaskan 11 orang penghuni. (AFP/OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya