Nyaman dan Jam Malam untuk Eksekutif Huawei

(AFP/Denny Parsaulian Sinaga/I-1)
14/12/2018 05:35
Nyaman dan Jam Malam untuk Eksekutif Huawei
(Photo by - / CTV / AFP) )

DITUDUH merusak sanksi dan dipaksa untuk mematuhi jam malam serta memakai gelang pergelangan kaki sambil menunggu kemungkinan ekstradisi ke Amerika Serikat, 'Princess of Huawei' Tiongkok dapat dikatakan telah jatuh secara spektakuler dari segala kemewahan.

Namun, Meng Wanzhou berusaha menghadirkan kenyamanan di rumahnya.

Kepala pejabat keuangan Huawei itu ditangkap pada 1 Desember atas surat perintah AS karena tuduhan melanggar sanksi dengan Iran saat mengganti pesawat di Vancouver.

Dia menghadapi ancaman lebih dari 30 tahun penjara jika terbukti. Saat ini dia dibebaskan dengan jaminan US$7,5 juta atau sekitar Rp109 miliar, Selasa (11/12) malam, sambil menunggu hasil dari sidang ekstradisi.

Keesokannya, Meng membukakan pintu depan rumahnya di Vancouver untuk tiga pengunjung yang membawa bunga dengan sebuah sedan berpelat diplomatik.

Di luar rumah, beberapa penduduk setempat membawa anjing mereka melewati sekelompok wartawan sementara seorang penjaga keamanan mengawasi dari sebuah mobil di blok itu. Kemudian, Meng melangkah keluar untuk menawarkan irisan piza yang dia pesan (mereka menolak dengan sopan).

Suami Meng, Liu Xiaozong, pada 2009, membeli rumah dengan enam kamar tidur itu di lingkungan Dunbar di Vancouver, sebuah permukiman yang tenang beberapa blok dari hutan kota.

Meskipun bernilai US$5,6 juta, rumah itu memiliki banyak sudut dengan pemandangan pegunungan pantai utara yang megah di pantai Pasifik, tidak menonjol.

Colleen McGuiness, yang tinggal di lingkungan itu, mengatakan reaksi orang sekitar atas kedatangan eksekutif telah dibungkam. "Kurasa aku tidak akan melihatnya di toko kelontong," kata McGuinness.

Suami Meng, Liu, tinggal di rumah 28th Avenue hingga 2012 saat sekolah untuk gelar Master, dan putra pasangan itu bersekolah di sekoralah prasekolah setempat.

Mertua Meng juga menghabiskan beberapa musim panas di rumah dan ibu serta putra sulungnya juga mengunjungi.

Pasangan ini membeli rumah kedua di lingkungan Shaughnessy Tony yang diperkirakan bisa bernilai US$16,3 juta. Saat ini sedang direnovasi.

Kasus Meng telah membagi komunitas besar Tiongkok-Kanada di pesisir pantai Pasifik. "Saya merasa ini ialah tentang aturan hukum, dan saya terkejut bagaimana beberapa orang ini berbicara tentang masalah hak asasi manusia," kata Justin Fung.

Saat bebas dengan jaminan, Meng tetap harus memakai gelang kaki elektronik dan tim keamanan yang dibayar olehnya telah ditugaskan untuk memantau gerakannya di Vancouver. Dia juga harus mengikuti jam malam pukul 23.00 sampai jam 07.00.

"Saya telah bekerja keras selama 25 tahun dan jika saya diperintahkan untuk melepaskan satu-satunya tujuan hidup saya ialah bersama suami dan putri saya," katanya di pengadilan. "Aku bahkan belum membaca novel bertahun-tahun."





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya