Membangun Perdamaian lewat Bioskop Keliling

(AFP/Denny Parsaulian Sinaga/I-2)
13/12/2018 05:35
Membangun Perdamaian lewat Bioskop Keliling
( (Photo by FLORENT VERGNES / AFP))

LAYAR raksasa di desa terpencil di hutan khatulistiwa Republik Afrika Tengah, malam itu terlihat berkelap-kelip. Sekitar 200 warga desa sedang duduk asyik menonton film yang disajikan tim bioskop keliling.

Keberadaan bioskop keliling di desa itu bertujuan ganda, yaitu menghibur dan mencerahkan warga miskin. Penyelenggara fasilitas hiburan untuk kalangan kecil itu ialah Cinema Numerique Ambulant (CNA).

Mereka menggelar bioskop keliling di desa sebelah barat daya Bayanga guna menjangkau orang-orang yang tinggal di daerah terpencil di negara yang sangat miskin akibat dilanda kekerasan yang tiada henti.

"Beberapa orang terkejut ketika mereka melihat sebuah mobil masuk ke desa mereka. Bayangkan bagaimana rasanya ketika kami memproyeksikan film untuk mereka," kata Serge Mbilika, wartawan televisi negara yang membangun CNA pada April 2018.

Sebelum memulai pertunjukan, Mbilika menghabiskan sore itu dengan berjalan-jalan di sekitar Bayanga dengan kamera kecilnya. Dia memfilmkan penduduk desa ketika mereka pergi mengerjakan rutinitas sehari-hari.

"Apa yang kamu inginkan dengan benda itu?" tanya seorang perempuan di Mbilika dalam bahasa setempat, bahasa Sango. Dia terus memperhatikan kamera Mbilika sambil menggiling singkong.

"Kamu akan melihatnya sore ini. Datang ya pukul 17.00. Pertunjukannya di sekolah," jawab Mbilika.

Mbilika memang akan memutar hasil rekaman videonya pada sore dan malam harinya. "Cara ini membantu kami untuk menarik perhatian warga desa sebelum memutar film di proyektor. Mereka bisa melihat diri mereka sendiri dan ini membuat orang-orang desa tertarik," kata Carmelle, presenter.

Ketika jam menunjukkan pukul 17.00 waktu setempat, keheningan pecah saat seorang presenter mengumumkan film pertama yang akan diputar. Suaranya melengking melebihi kicau burung dan nyanyian suara jangkrik.

Pertunjukan film sore dan malam itu tergolong istimewa karena selama satu jam diiringi alunan musik dan tarian setempat. Bahkan, saat pertunjukan berlangsung, para penonton tertawa terpingkal-pingkal karena melihat diri mereka sendiri di layar besar.

Sukses

Malam itu pemutaran film bioskop keliling sukses karena mendapat sambutan hangat dari warga desa.

"Kami pikir hal ini ialah cara terbaik untuk menjangkau orang-orang di daerah terpencil. Layar besar meninggalkan jejak di pikiran sejumlah orang dan mereka akan menyampaikan hal itu kepada orang lain tentang apa yang mereka pelajari," tutur Mbilika

Dia meyakini bioskop keliling dapat juga berfungsi sebagai sarana untuk membantu orang-orang agar hidup bersama dengan saling menghormati setelah aksi kekerasan antara kelompok bersenjata meletus menjadi perang sipil pada 2012.

"Bioskop bisa menjadi sarana untuk membawa perdamaian ke Afrika Tengah," harapnya.

Sebagai informasi, UNICEF dan Alliance Francaise membiayai perjalanan guna menampilkan sejumlah film. Sebagian besar peralatan disuplai CNA Afrique.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya