Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TIDAK disangka, dua biarawati sekolah Katolik di California melakukan perbuatan yang sangat tidak terpuji.
Mereka menggelapkan uang milik sekolah sebesar US$500 ribu. Selama bertahun-tahun, keduanya menghambur-hamburkan uang tersebut untuk bepergian dan berjudi di Las Vegas.
Kedua perempuan itu, yakni suster Mary Margaret Kreuper dan Lana Chang, yang memang berteman baik. Secara diam-diam, mereka mengambil uang sekolah dan sumbangan di St James Catholic School di Torrance, Los Angeles Selatan.
"Kami tahu mereka memiliki pola perjalanan, pergi ke kasino, dan kenyataannya mereka menggunakan akun pribadi mereka," kata pengacara sekolah kepada orangtua dan alumni pada pertemuan baru-baru ini.
Uang yang hilang itu, menurut Keuskupan Agung Los Angeles, ditemukan saat dilakukan audit rutin. Diyakini, para biarawati itu melakukan hal tersebut setidaknya selama satu dekade.
Di St James Catholic School, Kreuper menjabat sebagai kepala sekolah selama 29 tahun hingga memasuki masa pensiun pada awal tahun ini. Chang ialah guru yang telah mengajar selama 20 tahun di sekolah itu dan pensiun pada tahun ini.
"Komunitas kami prihatin dan sedih dengan situasi ini serta menyesal karena hal itu merusak hubungan yang harmonis dengan keluarga-keluarga sekolah," kata Suster St Joseph Carondelet dalam sebuah pernyataan yang dikirim kepada AFP.
Pengurus sekolah, Monsignor Michael Meyers, menambahkan para orangtua siswa telah diberitahu tentang kelakuan kedua biarawati lewat surat tertanggal 28 November 2018.
Surat yang salinannya diperoleh AFP itu menyatakan, Kreuper dan Chang telah mengambil dana sekolah dalam jumlah yang substansial untuk keperluan pribadi mereka.
"Suster Mary Margaret dan Suster Lana telah meminta agar saya menyampaikan kepada Anda tentang penyesalan mendalam atas tindakan kedua biarawati itu dan meminta pengampunan dan doa Anda," tulis Meyers.
Dia melanjutkan, suster dan pengurus sekolah berdoa agar para orangtua siswa tidak kehilangan kepercayaan kepada pendidik dan administrator sekolah.
Dalam suratnya, Meyers juga menegaskan tidak ada staf sekolah lain yang terlibat dalam aksi pencurian dana sekolah dan kepolisian telah diberitahu tentang hal tersebut.
Meski begitu, pihak sekolah tidak ingin melanjutkan proses pidana terhadap kedua biarawati itu. Kepada para orangtua siswa, Meyers memastikan kedua biarawati tersebut kooperatif dalam penyelidikan untuk menentukan jumlah dana yang telah disalahgunakan.
Namun, Adrian Alarcon, kepala hubungan media untuk Keuskupan Agung Los Angeles, mengungkapkan hal sebaliknya.
Dia mengatakan, Keuskupan Agung tidak ingin membiarkan begitu saja masalah itu dan berencana mengajukan komplain.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved