Tidak Ada Negosiasi Ulang Kesepakatan Brexit

(AFP/Yan/Tes/I-2)
12/12/2018 06:00
Tidak Ada Negosiasi Ulang Kesepakatan Brexit
((Photo by John MACDOUGALL / AFP))

PERDANA Menteri (PM) Inggris Theresa May berencana menemui Kanselir Jerman Angela Merkel untuk menyelamatkan kesepakatan keluarnya Inggris dari Uni Eropa (British exit/Brexit).

Kunjungan itu dilakukan sehari setelah menunda voting parlemen untuk menghindari kekalahan telak. Dalam jadwal kunjungannya, May pertama akan pergi ke Den Haag untuk bertemu Perdana Menteri Belanda Mark Rutte sebelum bertemu Merkel di Berlin.

Menurut analis, kunjungan itu berlangsung di saat dia berjuang untuk menyatukan para anggota parlemen Inggris. PM Inggris tersebut sedang menghadapi pemberontakan di partainya sendiri dan dari sekutu parlemen yang mengancam untuk membenamkan kesepakatan dan kepemimpinannya.

"Sekarang saya akan melakukan apa saja yang dapat saya lakukan untuk mendapat jaminan lebih lanjut," kata May kepada anggota parlemen yang memberontak, Senin (10/12), tentang rencananya mengunjungi negara-negara Eropa menjelang KTT UE akhir pekan ini.

Namun, Presiden Dewan Eropa Donald Tusk memperingatkan bahwa blok itu tidak akan membuka pembicaraan kembali atas perjanjian Brexit yang ditandatangani pada November setelah berbulan-bulan bernegosiasi. Brexit akan berlaku pada 29 Maret 2019.

'Kami tidak akan menegosiasikan kembali kesepakatan itu, termasuk backstop. Tapi, kami siap untuk mendiskusikan bagaimana memfasilitasi ratifikasi UK', tulisnya di Twitter dengan mengacu pada klausa yang diperebutkan dalam kesepakatan yang berkaitan dengan Irlandia Utara.

Tusk mengatakan sebanyak 27 pemimpin Uni Eropa lainnya akan membahas Brexit pada pertemuan khusus pada Kamis (13/12) di awal pertemuan puncak yang direncanakan sebelumnya di Brussels yang akan dihadiri May.

Senada, Presiden Komisi Uni Eropa, Jean-Claude Juncker, juga telah memberitahukan May bahwa pihaknya tidak akan menegosiasikan kembali perjanjian Brexit yang mencakup 585 halaman.

Hal itu dimaksudkan untuk menenangkan anggota parlemen Inggris sekaligus memperingatkan tidak ada ruang untuk menarik perjanjian tersebut. Pernyataan Juncker itu dikemukakan dalam pembicaraan dengan anggota parlemen di Strasbourg.

Di lain sisi, dia memberikan ruang bagi May untuk memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai rencana jaminan mencegah kembalinya perbatasan keras antara Irlandia Utara dan Republik Irlandia pascaimplementasi Brexit.

"Kesekapatan yang kami raih ialah kesepakatan terbaik. Mungkin itu satu-satunya kesepakatan yang tepat," tukasnya.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya