Upah dan Bonus Jadi Solusi Macron

Denny Parsaulian
12/12/2018 05:45
Upah dan Bonus Jadi Solusi Macron
( (Photo by LUDOVIC MARIN / POOL / AFP)

PRESIDEN Prancis Emmanuel Macron mengumumkan serangkaian langkah keuangan untuk meredakan unjuk rasa yang dimotori kelompok rompi kuning. Protes rompi kuning telah memicu kekerasan di kota-kota di seluruh negara itu.

Dalam pidato yang disiarkan 15 menit di televisi dari Istana Elysee, Senin (10/12) waktu setempat, Macron mengatakan bertanggung jawab atas krisis tersebut.

Mantan bankir investasi itu melontarkan nada merendah ketimbang biasanya saat dia berusaha menjawab kritik atas gaya kepemimpinannya. "Saya tahu bahwa saya telah melukai beberapa dari Anda dengan pernyataan saya," katanya.

Macron menekankan, bagaimanapun, protes oleh kebanyakan orang berpenghasilan rendah di kota kecil atau perdesaan Prancis ialah hasil dari masalah jangka panjang.

"Kesusahan mereka tidak berasal dari kemarin. Kami akhirnya mulai terbiasa. Ini berasal dari 40 tahun yang muncul ke permukaan."

Sementara itu, di antara langkah yang diumumkan Macron untuk meredam aksi protes massa ada penaikan upah minimum yang meningkat 100 euro per bulan pada tahun depan.

Upah minimum ditetapkan di level 1.498 euro per bulan sebelum pajak pada 2018 dan 1.185 euro setelah pajak. Pemerintahan Macron sebelumnya menyatakan setiap peningkatan upah minimum akan menghancurkan pekerjaan, bukan membantu.

Namun, setelah unjuk rasa yang berubah menjadi kerusuhan di Paris dan kota-kota lain serta menelan banyak korban di sektor keuangan, timbul tantangan terbesar bagi Macron sejak ia berkuasa pada Mei 2017. Ketika di awal berkuasa, dia menjanjikan revitalisasi terhadap ekonomi Prancis.

Sejak itu, popularitasnya jatuh dan para kritikus mengatakan Macron lebih menyukai orang-orang kaya dan mengasingkan orang-orang yang berjuang tiap hari.

Selain menaikkan upah minimum, Macron mengumumkan ia akan mengembalikan sebagian besar pajak yang tidak populer pada pensiunan yang diperkenalkan pemerintahannya.

Bonus akhir tahun

Hal lain yang disampaikan Macron untuk menjawab tuntutan para demonstran ialah meminta semua usaha yang memiliki kemampuan finansial memberikan bonus akhir tahun kepada para karyawan mereka. Bonus tersebut akan dibebaskan dari pajak.

Langkah lain yang ditawarkan Macron ialah menghapus semua pajak upah kerja lembur. Sebelum menyampaikan langkah-langkah terbaru tersebut, Macron, yang telah berkuasa selama 18 bulan terakhir, mengadakan 4 jam pembicaraan terkait dengan krisis di Prancis dengan para menteri, pemimpin parlemen, perwakilan bisnis dan tenaga kerja, serta pejabat daerah.

Hal itu berbeda saat dia bersumpah untuk tidak meniru pendahulunya, yakni tidak akan terpengaruh oleh aksi protes jalanan. Namun, dalam upaya awal untuk memadamkan unjuk rasa yang saat ini memasuki pekan keempat, pemerintahan Macron pekan lalu sepakat membatalkan rencana penaikan pajak bahan bakar antipolusi.

Namun, hal itu dinilai terlalu minim oleh para pengunjuk rasa. Mereka mengobarkan kampanye pemblokadean jalan nasional dan pada tiap aksi protes akhir pekan di Paris dan kota-kota lain selama empat minggu berturut-turut, terjadi perusakan dan penjarahan yang merugikan ekonomi Prancis.

Akibatnya, bank sentral Prancis pada Senin menurunkan proyeksi pertumbuhan kuartal keempat menjadi hanya 0,2% dari 0,4%. Itu jauh di bawah pertumbuhan 0,8% yang dibutuhkan untuk memenuhi target setahun penuh pemerintah sebesar 1,7%. (AFP/I-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya