Pemerintah Autralia Bahas Pemindahan Kedutaan Israel ke Jerusalem

Tesa Oktiana Surbakti
11/12/2018 21:25
Pemerintah Autralia Bahas Pemindahan Kedutaan Israel ke Jerusalem
(Ludovic MARIN / AFP)

PEMERINTAH Australia mengadakan pertemuan khusus untuk membahas rencana pemindahan kedutaan di Israel, dari Tel Aviv ke Jerusalem. Hal itu diungkapkan dua sumber yang erat dengan pembahasan keputusan krusial dan berpotensi menyulut kemarahan negara-negara Asia.

"Ada pertemuan kabinet hari ini. Masalah yang dibahas ialah pemindahan kedutaan Israel. Keputusannya masih tertunda," ujar salah satu sumber yang enggan teridentifikasi lantaran tidak memiliki kewenangan berbicara kepada publik.

Pada Oktober kemarin, Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison mengatakan pihaknya terbuka terhadap rencana pemindahaan kedutaan ke Jerusalem.

Langkah itu menyusul jejak Presiden AS Donald Trump. Pemerintah AS membuka kedutaan baru di Jerusalem pada Mei lalu. Sebuah langkah yang menggembirakan bangsa Israel, namun memantik kemarahan rakyat Palestina. Protes keras juga digulirkan dunia Arab dan sekutu Barat.

Surat kabar Australia melaporkan beberapa anggota kabinet senior cenderung mengakui Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel, sementara lainnya menolak rencana pemindahan kedutaan. Surat kabar Australia juga mengisyaratkan keputusan tersebut diumumkan pekan ini.

Status Jerusalem merupakan hambatan utama terhadap kesepakatan perdamaian antara Israel dan Palestina. Israel menganggap semua kota, termasuk wilayah timur yang dianeksasi setelah perang 1967, sebagai ibu kota-nya.

Dengan mengakui Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel, Morrison optimistis pendukung konservatifnya akan bahagia. Namun, langkah tersebut berpotensi menyulut kemarahan negara tetangga, seperti Indonesia, negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia.

Persoalan Palestina sangat sensitif di mata Indonesia, yang ditengarai menunda penandatanganan perjanjian perdagangan bebas dengan Australia. Setidaknya sampai ada penegasan terkait rencana pemindahan kedutaan.

Pemerintah Israel sudah lama menganggap Jerusalem sebagai ibu kota negara yang abadi dan tak terpisahkan. Di lain sisi, rakyat Palestina merasa sama kuatnya, sekaligus menegaskan Jerusalem Timur harus menjadi Ibu Kota Palestina di masa depan. Channelnewsasia/OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya