Komisi Uni Eropa Tegaskan Tidak Ada Negosiasi Ulang Brexit

Tesa Oktiana Surbakti
11/12/2018 20:31
Komisi Uni Eropa Tegaskan Tidak Ada Negosiasi Ulang Brexit
(AFP)

PRESIDEN Komisi Uni Eropa, Jean-Claude Juncker, memberitahukan Perdana Menteri (PM) Inggris Theresa May, bahwa pihaknya tidak akan menegosiasikan kembali perjanjian Brexit yang mencakup 585 halaman. Hal itu dimaksudkan menenangkan anggota parlemen Inggris, sekaligus memperingatkan tidak ada ruang untuk menarik perjanjian.

Pernyataan Juncker dikemukakan dalam pembicaraan dengan anggota parlemen di Stasbourg. Di lain sisi, dia memberikan ruang bagi May untuk memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai rencana jaminan mencegah kembalinya perbatasan keras antara Irlandia Utara dan Republik Irlandia, pasca implementasi Brexit.

Baca juga: May Tunda Voting Brexit

"Kesekapatan yang kami raih adalah kesepakatan terbaik. Mungkin itu satu-satunya kesepakatan yang tepat. Tidak ada lagi ruang untuk negosiasi ulang. Setiap orang harus sadar bahwa penarikan perjanjian kembali, tidak akan pernah terjadi," tegas Juncker.

Dalam pertemuan di Brussel, Belgia, Selasa (11/12), Juncker memberikan pernyataan kepada May, sebagai klarifikasi yang mengikat secara hukum mengenai pengaturan rencana jaminan terhadap Irlandia tidak akan pernah terjadi. Dia menegaskan bahwa pihaknya siap memberikan klarfikasi lebih lanjut, namun menekankan tidak adanya konsesi dalam upaya menghalangi Irlandia. "Irlandia tidak akan pernah ditinggalkan sendiri," ucap Juncker.

Rencana jaminan atau dikenal backstop merupakan mekanisme asuransi dalam perjanjian keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit). Langkah itu akan membuat seluruh wilayah Inggris tetap dalam aturan bea cukai Uni Eropa dan setidaknya Irlandia Utara juga dalam lingkaran pasar blok tunggal tersebut, sampai solusi alternatif diterapkan guna menghindari perbatasan keras.

Ketua Brexit Parlemen Uni Eropa, Guy Verhofstadt, mengungkapkan tidak ada masalah bagi Uni Eropa untuk mengubah teks pada halaman 27. Hal ini untuk memastikan rencana jaminan tidak akan pernah dipakai dalam hubungan masa depan.

"Apabila May mencari deklarasi politik untuk hubungan yang lebih dekat dengan Uni Eropa yang bertujuan menghindari penggunaan backstop, rasanya tidak akan ada masalah," cetus Verhofstadt.

Pertemuan antara Juncker dan May merupakan bagian dari tur diplomatik pemimpin Inggris di pusat Uni Eropa. Sebelumnya, May menyambangi Den Haag, untuk bertemu PM Belanda Mark Rutte. Kemudian, dia melanjutkan pertemuan dengan Kanselir Jerman Angela Merkel. Setelahnya, May tiba di Brussel, Belgia. (Financialtimes/OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya