Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERSETURUAN antara Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) kembali memanas pascaditangkapnya eksekutif perusahaan telekomounikasi raksasa, Huawei, di Vancouver, Kanada.
Insiden itu tampaknya menimbulkan dampak kolateral terhadap Kanada yang tengah memperkuat hubungan perdagangan dengan Tiongkok
Setelah ditahan, Kepala Keuangan Global Huawei, Meng Wanzhou, dijadwalkan menjalani sidang penjaminan pada Jumat waktu setempat. Penangkapan Meng diwarnai motif ekstradisi ke AS atas dugaan pelanggaran sanksi AS terhadap Iran.
Apabila diperbolehkan memberikan jaminan, Meng kemungkinan harus membayar jutaan dolar, serta menyerahkan paspornya. Hal itu diungkapkan pengacara asal Kanada, Gary Botting, yang memiliki pengalaman terkait kasus ekstradisi. Meng juga akan dipasangi peralatan deteksi elektronik.
Pihak pengadilan dapat mengambil tindakan lebih jauh dengan memerintahkan petugas untuk mengawasi sampai keputusan ekstradisi keluar.
Pada Kamis waktu setempat, Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau mengatakan pihaknya menaruh perhatian terhadap kasus penangkapan Meng.
Namun, dia menegaskan tidak ikut campur dalam prosesnya, pun pihaknya belum berbicara dengan pemerintah Tiongkok.
"Pihak berwenang yang berhak mengambil keputusan dalam kasus ini. Kami sudah diberi tahu mereka bahwa dalam beberapa hari ini terdapat proses pemeriksaan. Namun, tentu saja tidak ada keterlibatan dalam tingkat politik dalam keputusan ini karena kami menghormati independensi proses peradilan," ujar Trudeau.
Keretakan politik
Bukti awal keretakan politik sudah terlihat jelas. Duta Besar Tiongkok Lu Shaye dengan cepat membatalkan kehadirannya dalam pertemuan komite urusan luar negeri Kanada di Ottawa. Kedutaan Tiongkok mengecam keras penahanan Meng.
"Kami akan mengambil semua langkah tegas untuk melindungi hak dan kepentingan warga negara Tiongkok," bunyi pernyataan resmi kedutaan.
Penangkapan pejabat tinggi Huawei telah meningkatkan kekhawatiran adanya pembalasan ekonomi dan politik yang lebih parah dari Tiongkok kepada Kanada.
"Presiden Tiongkok Xi Jinping menyebut perusahaan ini sebagai juara nasional. Ini (Huawei) ialah perusahaan nasional yang benar-benar menampilkan wajah Tiongkok. Jika Tiongkok Marah terhadap Kanada, jelas kelihatan seperti itu, pasti ada risiko pembalasan," tutur profesor hubungan internasional dari Carlton University, Stephanie Carvin.
Dalam beberapa tahun terakhir, Tiongkok dengan cepat menjadi salah satu mitra dagang terbesar Kanada. Hubungan bilateral semakin penting ketika Kanada menavigasi hubungan yang lebih erat dengan AS.
Mantan Duta Besar Kanada Untuk Tiongkok, David Mulroney, menilai kasus itu mendatangkan krisis bilateral.
"Saya pikir hubungan Kanada dengan Tiongkok akan membeku selama berbulan-bulan, dibutuhkan upaya khusus untuk menyelesaikan persoalan," tukas Mulroney.
Penangkapan Meng terjadi di tengah meluasnya kekhawatiran di Kanada terhadap eksistensi Huawei yang semakin besar.
Dalam pidato publik yang cukup langka awal pekan ini, pejabat intelijen Kanada mengungkapkan urgensi mewaspadai spionase yang disponsori negara, termasuk melalui teknologi seluler 5G.
Dalam dekade terakhir, Huawei berkomitmen memberikan dana penelitian sekitar US$ 50 juta kepada 13 universitas di seluruh Kanada. Pun perusahaan menjanjikan lebih banyak investasi di tahun-tahun mendatang. (Theguardian/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved