Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
NEGARA-NEGARA ASEAN (ASEAN Member State/AMS) yang tergabung dalam ASEAN Working Group on Climate Change (AWGCCC) sepakat untuk memperkuat kerja sama dan memperluas kolaborasi menghadapi kompleksitas masalah yang diakibatkan perubahan iklim.
Kesepakatan itu mengemuka dalam talkshow bertemakan ASEAN nationally determined contribution (NDC) partnership yang digelar di Paviliun Indonesia dalam Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP 24) di Katowice, Polandia, Selasa (4/12). Talkshow diikuti oleh negara-negara ASEAN yang ikut meratifikasi Paris Agreement.
"Implementasi Paris Agreement memerlukan basis ilmiah yang kuat sekaligus dapat meningkatkan capacity building, khususnya negara berkembang. Di sini terbuka kesempatan untuk mendorong kerja sama antar-AMS," jelas Penasihat Senior Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) sekaligus National Focal Point Indonesia Nur Maspriatin yang menjadi keynote speaker talkshow.
Emisi gas ASEAN meningkat tajam menjadikannya sangat terpengaruh atas efek pemanasan global karena kondisi geografis setiap negara. Ancaman banjir, kekeringan, badai, serta siklon tropis meningkat seiring dengan perubahan iklim meskipun AMS bukan sumber utama emisi.
"Selain itu, wilayah ASEAN rentan cuaca ekstrem dan kenaikan permukaan air laut. Myanmar, Filipina, Thailand, dan Vietnam ialah 4 dari 10 negara yang paling terdampak hal ini," ujarnya.
Nur juga mendorong AMS untuk memperluas kolaborasi yang ada untuk mencapai tujuan jangka panjang Paris Agreement dan tujuan pembangunan setiap negara ASEAN. "Kita harus berkolaborasi karena apa yang kita punya dapat digunakan untuk mendorong usaha untuk menghadapi perubahan cuaca. Kita saling terkait dan membutuhkan."
Di sela-sela acara COP 24 kemarin, Menteri LHK Siti Nurbaya mengunjungi Wieliczka Salt Mine, bekas tambang garam di Krakow, Polandia, yang kini menjadi destinasi wisata. Kunjungan ini melihat bagaimana pengelolaan lokasi bekas tambang yang bertransformasi menjadi destinasi wisata sehingga dapat diterapkan di bekas tambang mineral di Indonesia. (X-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved