Dua Kubu Bertikai Bahas Perdamaian Yaman

(AFP/Yan/I-2)
05/12/2018 21:20
Dua Kubu Bertikai Bahas Perdamaian Yaman
(Mandel Ngan / AFP)

DELEGASI pemberontak Yaman dengan didampingi utusan perdamaian dari PBB tiba di Swedia pada Selasa (4/12). Mereka akan terlibat dalam pembicaraan berisiko tinggi dengan pemerintah guna mengakhiri perang yang telah menghancurkan negara itu.

Delegasi pemberontak Huthi tiba dengan menumpang sebuah pesawat milik Kuwait yang terbang dari Kota Sana’a, Yaman, setelah ada kesepakatan pertukaran tahanan dan evakuasi 50 gerilyawan yang terluka untuk menjalani perawatan di Oman.

Sementara itu, Amerika Serikat (AS) memuji upaya pembicaraan damai di Swedia tersebut sebagai langkah perdana yang dinilai perlu dan vital. AS juga menyerukan semua pihak agar menghentikan permusuh-an yang sedang terjadi.

“Kami tidak merasa bahwa proses ini akan mudah, tetapi kami menyambut langkah penting ini. Sekarang saatnya bagi Yaman untuk mengganti konflik dengan rekonsiliasi dan bekerja sama untuk mewujudkan masa depan yang cerah bagi Yaman,” kata Heather Nauert, juru bicara Departemen Luar Negeri AS.

Meskipun tidak diumumkan tanggal untuk memulai negosiasi, sumber pemerintah Yaman mengatakan mereka akan memulainya hari ini.

Mohammed Abdelsalam yang mengepalai 12 anggota delegasi pemberontak menulis di Twitter bahwa Huthi tidak akan menyia-nyiakan upaya untuk menyukseskan pembicaraan guna memulihkan perdamaian dan mengakhiri agresi.

Di saat yang sama, dia meminta para gerilyawan Huthi untuk tetap waspada terhadap setiap upaya eskalasi militer di lapangan. Di lain pihak, juru bicara PBB Farhan Haq mengatakan persiapan untuk konsultasi itu sedang berlangsung.

“Kami yakin bahwa kedua pihak akan bertemu pekan ini di Swedia,” ujarnya kepada wartawan di Markas Besar PBB di New York.

Dalam menanggapi upaya perdamaian itu, Komite Internasional Palang Merah menyatakan menyambut baik kesepakatan untuk bertukar ratusan tahanan. Lembaga itu akan mengawasi pertukaran tahanan setelah putaran pertama pembicaraan perdamaian di Swedia.

“Ini merupakan satu langkah ke arah yang benar menuju pembangunan yang saling percaya di antara komunitas-komunitas di Yaman,” kata juru bicara ICRC, Mirella Hodeib.  (AFP/Yan/I-2)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya