Menteri Keuangan Uni Eropa Capai Kesepakatan Reformasi Zona Euro

Tesa Oktiana Surbakti
04/12/2018 21:40
Menteri Keuangan Uni Eropa Capai Kesepakatan Reformasi Zona Euro
(Ludovic MARIN / AFP)

PARA Menteri keuangan Uni Eropa sepakat melawan krisis keuangan jangka pendek, sebagai ambisi untuk memulihkan kekuatan Uni Eropa. Termasuk mengakomodir usulan Perancis di bawah kepemimpinan Emmanuel Macron.

Kesepakatan antara 27 menteri keuangan Uni Eropa, tanpa Inggris, dimaksudkan untuk menyerahkan kepada pihak berwenang perangkat yang lebih kuat, apabila terjadi goncangan besar pada ekonomi Eropa.

Proposal yang memperkuat aliran keuangan ekonomi Eropa, tidak termasuk visi masa depan yang lebih dahsyat, seperti menunjuk menteri keuangan zona Euro atau menyiapkan IMF bergaya Eropa.

Kendati demikian, para menteri bernegosiasi selama lebih dari 18 jam dengan diskusi yang diwarnai ketergangan, khususnya atas ide yang digulirkan Prancis untuk menyiapkan anggaran Zona Euro.

"Kami memiliki hasil yang baik. Reformasi kawasan Euro sedang berlangsung pada kecepatan yang menentukan. Terima kasih kepada semua pihak yang membantu," ujar Menteri Keuangan Jerman Olaf Scholz dalam akun Twitter-nya.

Reformasi sekarang membutuhkan lampu hijau oleh para pemimpin Uni Eropa pada pertemuan puncak pekan depan di Brussels. Pemerintah nasional sudah cukup lama mempertimbangkan proposal Prancis untuk menciptakan semacam kapasitas anggaran blok mata uang tunggal. Anggaran tersebut dapat digunakan jika terjadi krisis atau goncangan ekonomi.

Macron telah membuat gagasan tentang anggaran yang memerangi krisis blok beranggotakan 19 negara, sebagai bagian penting dari visinya untuk melejitkan Uni Eropa, setelah krisis utang, polemik Brexit dan kebangkitan populis.

Para menteri menyetujui versi yang jauh lebih kecil dari gagasan tersebut, yang mengaitkannya dengan ketat untuk meningkatkan reformasi yang didukung Uni Eropa. Dalam hal ini, bukan sebagai bantuan untuk bertahan dari kemerosotan ekonomi yang tak terduga, seperti yang dimaksudkan oleh Prancis.

Menyelesaikan serikat perbankan menjadi tantangan sulit lainnya. Mengingat, posisi Jerman masih dengan tegas menentang peluncuran skema Eropa, yang diinginkan oleh Bank Sentral Eropa untuk menjamin simpanan bank konsumen.

Adapun Berlin membenci proposal yang secara luas digambarkan media Jerman sebagai upaya oleh anggota Zona Euro membelanjakan uang dari selatan, yang mengambil manfaat dari simpanan kawasan utara.

Para menteri sepakat hanya membahas masalah itu kembali pada Juni 2019. Di lain sisi, perjanjian lebih mudah ditemukan pada perluasan tanggung jawab Mekanisme Stabilitas Eropa (ESM), upaya meredam risiko negara-negara Zona Euro dengan masalah utang serius. Para menteri juga sepakat bahwa ESM akan berfungsi sebagai penahan terakhir, apabila terjadi krisis besar menghantam bank-bank terbesar di Eropa.

Sebagian besar reformasi disepakati sebelumnya oleh Prancis dan Jerman, mesin kembar Eropa dari kesatuan Uni Eropa yang membentuk hampir setengah dari ekonomi zona Euro.

Akan tetapi, proses tersebut mengalami hambatan, karena pemerintahan Berlin yang lemah dan kekesalan oleh anggota Uni Eropa yang lebih kecil, yang dipimpin oleh Belanda. Adapun masa depan Uni Eropa didikte kekuatan terbesar blok tersebut. (AFP/OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya