Erdogan Kritik Sanksi AS Terhadap Venezuela

Tesa Oktiana Surbakti
04/12/2018 11:35
Erdogan Kritik Sanksi AS Terhadap Venezuela
(AFP)

DALAM lawatannya di Caracas, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, mengkritik keputusan Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi kepada Venezuela. Presiden Venezuela Nicolas Maduro pun memperjuangkan hak negaranya, pasca pemberlakuan sanksi AS yang menyasar ekspor komoditas logam.

Sanksi yang dijatuhkan AS pun mengarah pada pejabat pemerintahan Venezuela yang terlibat pusaran korupsi, serta transaksi keuangan tertentu dengan pemerintah Venezuela. AS memandang pemerintah Venezuela telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia dan membuat kebijakan yang memicu krisis ekonomi. 

Di lain sisi, hubungan antara dua sekutu NATO, yakni Turki dan AS, tengah diwarnai ketegangan.

Bulan lalu, Trump menandatangani perintah eksekutif yang melarang warga AS berurusan dengan entitas, maupun orang-orang yang terlibat dalam bisnis penjualan emas dari negara Amerika Selatan. Sementara itu, Turki menjadi importir komoditas emas terbesar di Venezuela.

"Persoalan politik tidak dapat diselesaikan dengan menghukum suatu bangsa. Kami tidak setuju dengan pengambilan keputusan yang mengabaikan aturan perdagangan global," cetus Erdogan yang didampingi Maduro dalam sebuah forum bisnis bilateral.

Venezuela menderita serangan hiperinflasi dan tahun resesi kelima, yang mengakibatkan minimnya stok pangan dan obat-obatan. Maduro kerap menyalahkan perang ekonomi yang digulirkan AS, sebagai biang kesengsaraan negaranya. 

 

Baca juga: Trump Beri Penghormatan Terakhir untuk Mendiang Presiden Bush

 

Sejumlah pengamat ekonomi menilai krisis berkepanjangan merupakan bukti kegagalan kebijakan sosialis yang telah diusung pendahulunya, Hugo Chavez.

Saat mengkritik, Erdogan tidak secara langsung menyebut AS maupun Trump. Namun, dia menekankan kepemimpinan Maduro sebagai temannya, menghadapi serangan manipulatif dan sabotase dari negara-negara tertentu, yang perlahan mematikan roda perekonomian. 

Sebagai respons, Erdogan menegaskan pihaknya bersedia memperkuat hubungan perdagangan dengan Venezuela. Kinerja perdagangan bilateral Turki-Venezuela terus berkembang. Tercermin dari nilai impor Turki atas komoditas emas dari Venezuela mencapai US$ 900 juta hingga kuartal III 2018.

Masih tanpa menyinggung langsung AS, Maduro mencela pemberlakuan sanksi terhadap Venezuela, yang dianggap mengekang hak penjualan komoditas logal. 

"Rasanya sangat lucu menggunakan sanksi ilegal untuk mencegah Venezuela menjual emas ke pasar global," ucap Maduro yang berencana menyambangi Paraguay, setelah mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Buenos Aires, Argentina. (Channelnewsasia/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya