Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERDANA Menteri (PM) Perancis Edouard Philippe mengadakan pertemuan dengan para pemimpin partai, menyusul insiden kerusuhan yang digulirkan barisan anti pemerintah. Peristiwa unjuk rasa massal yang berujung kekerasan tersebut mengakibatkan ratusan orang terluka dan kerusakan bangunan di sekitar wilayah Ibu Kota.
Sebelumnya, pada Minggu waktu setempat, Presiden Perancis Emmanuel Macron, membuat pertemuan krisis guna membahas kerusuhan terparah dalam beberapa dekade terakhir. Istana kepresidenan Elysee menyatakan Macron telah menginstruksikan Pilippe segera berdialog dengan para pimpinan aksi protes dan para pemimpin partai, yang bertujuan mengurai persoalan.
Baca juga: Trump Klaim Tiongkok Segera Pangkas Tarif Impor Mobil
Pekan lalu, Menteri Lingkungan Perancis Francois de Rugy sempat menemui perwakilan barisan rompi kuning, namun gagal meyakinkan mereka untuk mengakhiri protes. Pemerintah Perancis terpaksa mengumumkan status darurat guna meredam meluasnya protes yang dipicu kenaikan pajak pahan bakar dan kekecewaan terhadap pemerintahan Macron.
Akibat kerusuhan pada Minggu waktu setempat, Macron mengungkapkan terjadi kerusakan di Arc de Triomphe, monumen besar peringatan kemenangan Perancis dalam perang.
Macron menyayangkan tindakan perusuh yang memecahkan wajah ikon patung "La Marseillaise" karya Francois Rude. Dia pun turut memeriksa bangkai puluhan mobil yang terbakar, berikut bangunan yang mengalami kerusakan. Tak lupa, Macron mengapresiasi kesiagaan pihak kepolisian yang berhasil meredam kerusuhan.
Kepolisian Paris menangkap 412 orang yang terlibat dalam bentrokan pada Sabtu waktu setempat. Saat ini, tercatat sekitar 378 orang masih dalam status penahanan. Kepala Kepolisian Paris Michael Delpuech mengatakan kerusuhan tersebut menjadi yang terparah dalam beberapa dekade. Jumlah koban terluka di seluruh penjuru negeri mencapai 263 orang, dengan rincian 133 orang di wilayah ibu kota dan 23 orang lainnya merupakan petugas keamanan.
"Saya tidak pernah menoleransi tindakan kekerasan. Tidak ada alasan yang bisa membenarkan penyerangan terhadap petugas berwenang, penjarahan bisnis, perusakan Arc du Triomphe, maupun mengancam orang yang melintas," cetus Macron.
Peristiwa kerusuhan menimbulkan keprihatinan mendalam dari kalangan bisnis Perancis, yang mengklaim mengalami kerugian miliara euro. Para pelaku usaha telah bertemu dengan Kementerian Ekonomi Perancis pada Senin ini.
"Ketakutan terburuk kami telah terjadi. Aksi protes berturut-turut dan adanya blokade, mendatangkan krugian besar bagi seluruh pelaku bisnis," kata perwakilan federasi bisnis ritel, Jacques Creyssel.(AFP/OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved