AS dan Tiongkok Sepakat Gencatan Senjata Sementara

Tesa Oktiana Surbakti
02/12/2018 19:55
AS dan Tiongkok Sepakat Gencatan Senjata Sementara
(AFP)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping, sepakat untuk menangguhkan pemberlakuan tarif baru dalam pusaran perang dagang antara dua negara ekonomi raksasa.

Setelah melalui dua jam pembicaraan dalam perjamuan makan malam, Gedung Putih menyatakan peningkatan tarif terhadap komoditas impor asal Tiongkok, dari 10% menjadi 25% per 1 Januari mendatang, akan ditunda. Hal itu bertujuan membuka ruang negosiasi yang lebih intens.

Kesepakatan yang terjadi di Buenos Aires, Argentina, menurunkan suhu panas konflik dagang yang merisaukan pasar global. Seperti diketahui, Trump dan Jinping, berada di Buenos Aires untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. Gedung Putih menyebut pertemuan kedua pemimpin negara berakhir sukses.

"Perjanjian utama secara efektif berhasil mencegah perluasan dampak lebih lanjut dari perpecahan ekonomi antara kedua negara. Ini juga membuka ruang baru kerja sama yang saling menguntungkan," ujar Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi.

Berdasarkan perjanjian tersebut, Trump menahan rencana kenaikan tarif dari 10% menjadi 25% pada awal tahun depan. Akan tetapi, langkah perdaiaman belum menyeluruh. Beberapa komoditas asal Tiongkok senilai US$ 50 miliar sudah dikenai tarif 25%.

Adapun tarif 10% yang menargetkan komoditas senilai US$200 miliar, tetap akan berlaku. Di lain sisi, Tiongkok telah menargetkan pengenaan tarif terhadap komoditas asal AS senilai US$110 miliar.

Apabila terdapat pembalasan lebih lanjut, Trump memperingatkan rencana pemberlakuan tarif atas komoditas Tiongkok yang masuk ke AS senilai US$267 miliar.

Pun, gencatan senjata pada Sabtu waktu setempat, juga masih diwarnai ultimatum. Gedung Putih menjelaskan pemberlakuan tarif 10% berpotensi naik menjadi 25%, jika Tiongkok tidak memenuhi permintaan AS dalam kurun waktu 90 hari.

Hal ini termasuk desakan terhadap Tiongkok untuk menghentikan praktik bisnis yang menghambat perdagangan AS, pencurian kekayaan intelektual dan tindakan lain yang selama ini dinilai tidak adil. Meski negosiasi ke depan terbilang masih sulit, Trump tetap optimistis.

"Pertemuan ini sungguh luar biasa dan produktif, dengan dibukanya peluang untuk AS dan Tiongkok. Merupakan kehormatan bagi saya untuk menjalin kerja sama dengan Presiden Xi," kata Trump dalam sebuah pernyataan resmi.

Trump dan Xi saling mengekspresikan optimisme saat duduk bersama para pembantunya di sebuah meja hotel panjang yang dihiasi rangkaian bunga di Buenos Aires.

"Hanya dengan kerja sama, kami dapat melayani kepentingan perdamaian antara kedua belah pihak, dan juga kemakmuran," tukas Xi. Dalam pertemuan yang berlangung lebih lama dari jadwal, kedua pemimpin negara menikmati menu sirloin steak, pancake canamel dan anggur khas Argentina. (AFP/OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya