Konfrontasi Tiongkok-AS Bayangi Perdagangan di G20

Denny Parsaulian Sinaga
01/12/2018 21:10
Konfrontasi Tiongkok-AS Bayangi Perdagangan di G20
(SAUL LOEB / AFP)

AMERIKA Serikat dan Tiongkok, dua ekonomi terbesar di dunia, akan melihat Sabtu jika mereka dapat membuat terobosan untuk keluar dari perang dagang ketika presiden dua negara itu bertemu di KTT G20.

Saat pasar menonton perang ini, Presiden AS Donald Trump telah menggambarkan KTT dari 20 kekuatan ekonomi utama di Buenos Aires sebagai tenggat waktu bagi Tiongkok untuk memenuhi tuntutan AS atau risiko tambahan tarif lebih lanjut.

KTT itu sendiri, yang dihadiri para pemimpin dari Prancis, Rusia, dan Arab Saudi, telah berjuang untuk menghasilkan kesepakatan untuk memerangi perubahan iklim. Sementara perselisihan Rusia-Ukraina tampak semakin memanas.

Trump, yang telah mengenakan tarif US$250 miliar bagi barang-barang Tiongkok, terdengar optimistis akan membuat kemajuan dengan mitranya Xi Jinping setelah beberapa minggu perang dagang yang 'mengerikan'.

"Kami bekerja sangat keras. Jika kami bisa membuat kesepakatan, itu akan bagus," kata Trump kepada wartawan pada Jumat (30/11) setelah ia bertemu Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada pertemuan pertamanya pada KTT dua hari itu.

"Saya pikir mereka ingin, dan saya pikir kami ingin. Dan kita akan lihat," kata Trump.

Trump telah membuang buku pedoman tradisional AS tentang perdagangan bebas sejak terpilih secara mengejutkan pada 2016. Dia berjanji untuk melindungi pekerja yang terlupakan dan menempatkan 'Amerika First'.

Xi di sisi lain telah menempatkan dirinya sebagai pembela kapitalisme global yang stabil. Ini merupakan transformasi yang mengejutkan bagi pemimpin negara komunis yang masuk ke dalam Organisasi Perdagangan Dunia kurang dari dua dekade lalu.

Dalam pidatonya di hadapan para pemimpin G20, Xi mengatakan bahwa ekonomi utama harus tegas menjunjung perdagangan bebas dan sistem perdagangan multilateral berbasis aturan. Xi berjanji untuk berbuat lebih banyak untuk membuka ekonomi Tiongkok.

"Tiongkok akan terus memperdalam reformasi berorientasi pasar, melindungi hak properti dan hak kekayaan intelektual, mendorong persaingan yang adil dan melakukan lebih banyak untuk memperluas impor," katanya.

Trump telah menuduh Tiongkok mencuri teknologi AS dan menuntut agar Tingkok mengakhiri persyaratan perusahaan asing harus bekerja sama dengan mitra lokal.

Dalam pemilihan kongres 6 November, Trump meningkatkan kritik dan menuduh Tiongkok campur tangan di dalam negeri untuk menyakiti Partai Republik.

Namun ketegangan telah mereda sejak itu, dengan Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, yang memastikan bahwa Amerika Serikat tidak mencari Perang Dingin baru, dan AS-Tiongkok telah bertukar daftar panjang barang untuk dibahas.

Kritikan Trump terhadap kebijakan perdagangan Tiongkok mendapat dukungan luas di seluruh spektrum politik AS. Tetapi ada kekhawatiran bahwa presiden telah 'menggigit lebih dari yang dapat ia kunyah' dengan kampanye yang dapat merusak pasar di seluruh dunia.

Trump menyebut Jumat sebagai hari kemenangan karena Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko menandatangani perjanjian perdagangan baru, pengganti Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA).

Meskipun tidak ada penulisan ulang draft NAFTA seperti dijanjikan oleh Trump, dia memuji Perjanjian Amerika Serikat-Meksiko-Kanada yang baru sebagai tonggak luar biasa.

Dia mendapatkan perjanjian baru dengan Perdana Menteri Justin Trudeau dan Presiden Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador.

China Daily yang dikelola negara mengatakan bahwa kekuatan Pasifik dapat mencapai kesepakatan di Buenos Aires. Namun memperingatkan AS agar tidak terlalu memaksakan soal teknologi.

"Jika ada aspirasi lain, seperti mengambil keuntungan dari perang dagang untuk mengekang pertumbuhan Tiongkok, kesepakatan tidak mungkin tercapai," kata surat kabar itu dalam editorial Jumat.

"Tapi kesepakatan yang bagus berarti kedua pihak dapat berbahagia. AS harus mengubah pendekatan 'pemenang mengambil semua' dalam hubungan internasionalnya di akhir pekan," katanya.

Kesepakatan substantif antara Amerika Serikat dan Tiongkok bakal menandai prestasi besar KTT G20.

Perseteruan Trump dengan sekutu dekat AS pada dua KTT tahun ini yakni Kelompok Tujuh Demokrasi dan Forum Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik, berakhir tanpa pernyataan rutin sekali pun.

Sebuah sumber Perancis mengatakan bahwa para pemimpin Eropa berusaha membentuk pernyataan tentang perubahan iklim bahkan tanpa Amerika Serikat.

Trump telah memutuskan untuk menarik Amerika Serikat dari kesepakatan Paris untuk mengekang emisi karbon, dengan mengatakan kesepakatan tidak adil. Meskipun terdapat banyak bukti kejadian dari perubahan akibat perubahan iklim.

Trump membatalkan pembicaraan secara resmi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di KTT itu, karena kemarahan atas pertempuran angkatan laut Moskow dengan Ukraina.

Tetapi Trump juga di bawah tekanan yang meningkat di Tanah Air atas penyelidikan apakah kampanye presidennya terkait dengan Rusia. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya