Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BUKAN hanya jumlah besar orang Inggris di antara 440 penduduknya yang khawatir tentang masa depan mereka.
“Teman-teman Inggris kami telah melakukan banyak hal untuk desa ini,” kata seorang penduduk Annick van Mairis. “Terima kasih kepada mereka, rumah-rumah bobrok telah menjadi indah. Ketakutan utama kami ialah jika mereka harus pergi untuk beberapa alasan atau lainnya.”
Di sebuah negara yang tidak terkenal sebagai Anglophile, perasaan hangat terhadap 60 orang Inggris sangat mencolok. Pensiunan tukang pos Gerard Baudru mengatakan mereka telah membawa persaudaraan ke desa, serta pekerjaan untuk dirinya. “Jumlah kartu ucapan pada Desember dan Januari sangat tinggi,” kata dia antusias.
Daya tarik antara Alet dan penduduk Inggrisnya berakar pada geografi. Desa ini terletak di Aude, daerah termiskin kedua di daratan Prancis. Tidak ada industri. Kota utamanya, Carcassonne, memiliki setengah populasi Oldham di barat laut Inggris dan tingkat penganggurannya lima kali lipat dari Oldham (24% ke Oldham 4,5%).
Alet, kota abad pertengahan dengan biara abad ke-9, menarik perhatian banyak orang. Salah satu pendatang awal, Min Stevenson, pada mulanya berencana untuk menetap dengan suaminya di sebuah rumah perdesaan dekat Pyrenees, tetapi memutuskan tinggal di Alet.
“Yang kuinginkan ialah berada di desa. Orang-orang Prancis sangat ramah,” kata Min.
Ekspatriat Inggris di Aude berusaha untuk berbaur dengan budaya lokal daripada membangun kantong mereka sendiri.
Ketika David Goldsworthy menetap di Limoux, sebuah kota sedang berjarak 10 menit dari Alet, sesama orang Inggris ialah orang-orang terakhir yang ingin ia temui.
“Ketika saya mendengar suara-suara Inggris di supermarket atau Mr Bricolage (toko perkakas) saya pergi ke arah lain. Saya tidak di sini untuk itu. Saya di sini untuk mencoba menjadi bagian dari lanskap.”
Alih-alih menciptakan Little Britain, para pendatang baru itu sibuk membangun kembali Prancis yang lama.
Saat orang Inggris datang, rumah-rumah tradisional di desa-desa, seperti Alet, seakan mau runtuh.
“Orang-orang dari Aude tidak menghargai warisan mereka sendiri,” kata Catherine Pouedras, yang bekerja di kantor turis Carcassonne.
“Para pendatang baru itu dengan bersemangat membeli properti untuk memperbaikinya. Mereka melakukannya dengan cara menghormati tradisi dan harmoni desa,” kata Walikota Alet Ghislaine Tafforeau.
Pekerjaan renovasi ini telah menjadi pelajaran bagi penduduk asli, yang katanya tertarik membangun vila modern dengan taman di pinggiran. Salah satu jalan tercantik di pusat desa, sebut wali kota, dikenal secara lokal sebagai la rue des Anglais.
Orang Inggris telah meniupkan kehidupan baru ke tempat itu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved