Korut Belajar Reformasi Ekonomi ke Vietnam

(AFP/Yan/I-1)
01/12/2018 08:45
Korut Belajar Reformasi Ekonomi ke Vietnam
(MINH HOANG/POOL/AFP)

MENTERI Luar Negeri Korea Utara memulai kunjungan resmi ke Vietnam, Jumat (30/11), saat Korut ingin belajar reformasi ekonomi kepada Vietnam. Vietnam ialah negara komunis yang telah berubah menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Asia.

Ri Yong-ho akan menemui para pemimpin di Hanoi dan mengunjungi zona hi-tech serta berbicara dengan para ahli pertanian.

Korut dengan ekonomi yang sejak lama dilumpuhkan oleh sanksi dan bertahun-tahun mengisolasi diri berusaha untuk belajar dari Vietnam dengan reformasi ekonomi doi moi-nya. Reformasi ekonomi ini diperkenalkan pada 1980-an.

Perekonomian Vietnam telah berkembang karena merangkul reformasi pasar, membuka pintu untuk investasi asing, dan merangkul kesepakatan perdagangan bebas. Vietnam mencatat pertumbuhan PDB mencapai 5% atau lebih tinggi selama satu dekade terakhir.

Hal itu dilakukan dengan tetap mempertahankan negara satu partai dengan mencengkeram ketat kekuasaan dan sedikit toleransi terhadap perbedaan pendapat. Model ini dapat diaplikasikan di Pyongyang.

“Model ini kemungkinan dapat digunakan menyusul serangkai­an pertemuan dengan Seoul dan Washington, termasuk pertemuan puncak penting antara pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden AS Donald Trump pada Juni yang bertujuan melucuti program nuklirnya,” jelas pakar Vietnam, Carl Thayer kepada AFP.

Ri telah mengunjungi Iran, Rusia, Tiongkok, Turkmenistan, dan Azerbaijan tahun ini. Ini ialah pendekatan yang didorong oleh Menlu AS Mike Pompeo yang dalam perjalanan ke Vietnam pada Juli mengatakan kemakmuran dan kemitraan yang tak terbayangkan antara bekas musuh perang, Hanoi dan Washington.

“Negara Anda dapat mereplikasi jalur ini. Ini milik Anda jika Anda akan memanfaatkan momen itu. Itu bisa menjadi keajaiban bagi Anda di Korea Utara juga,” katanya yang ditujukan kepada Kim Jong-un.

Ri dijadwalkan mengunjungi taman teknologi dekat kota dan bertemu dengan para ahli dari Akademi Ilmu Pengetahuan Pertanian Vietnam. Dia juga akan bertemu dengan mitranya dari Vietnam, Pham Binh Minh dan PM Nguyen Xuan Phuc.

Kunjungan itu bisa menjadi tanda bahwa Pyongyang ingin memperluas ketergantungannya tidak hanya kepada Tiongkok dan salah satu sekutu terdekatnya.

“Mereka ingin memperluas hubungan ekonomi mereka dengan negara lain,” kata Kevin Gray, seorang profesor hubungan internasional di University of Sussex. 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya