Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA siswa melewatkan sekolah pada hari Jumat untuk menyoroti apa yang mereka katakan ialah kebijakan iklim yang tidak memadai oleh pemerintah Australia.
Sebelumnya, Senin (26/11), PM Australia, Scott Morrison, memarahi rencana para siswa untuk protes selama jam belajar dan berkeras pemerintahnya sudah menangani perubahan iklim.
Banyak siswa malah mengatakan bahwa pernyataan Morrison malah memperkuat tekad mereka untuk memprotes.
Australia tidak membuat perbaikan dalam kebijakan iklimnya sejak tahun lalu, seperti dalam laporan kesenjangan emisi. School Strike 4 Climate Action telah diadakan di setiap ibu kota negara bagian dan 20 kota.
BBC bertanya kepada beberapa siswa mengapa mereka mengambil bagian.
Ide dimulai oleh Milou Albrect dan Harriet O’Shea Carre, keduanya 14 tahun, di negara bagian Victoria.
“Keadaan darurat perubahan iklim ialah sesuatu yang telah kita pikirkan sejak lama,” kata Harriet.
“Kami menulis surat dan melakukan hal-hal yang berbeda, tetapi mereka sepertinya tidak pernah membuat perbedaan. Sungguh, pendidikan ialah kekuatan kami satu-satunya.”
Milou menambahkan bahwa mereka ingin pemerintah mengakui secara terbuka bahwa perubahan iklim ialah kritis. “Hentikan penggalian batu bara, berhenti membuat tambang batu bara baru, beralih ke energi terbarukan,” kata Milou.
Jean Hinchcliffe, 14, melihat ide protes di Victoria dan memutuskan untuk memulai di kota kelahirannya, Sydney. “Aku tidak bisa hanya duduk-duduk sampai aku cukup dewasa untuk memilih,” katanya.
“Ini benar-benar menakutkan bagi kami untuk melihat bagaimana itu akan berdampak pada masa depan kami,” katanya.
Ruby Walker, 16, mengorganisasi protes di Kota Inverell, sekitar 570 km utara Sydney, setelah melihat rencana orang lain di Facebook.
Dia juga terinspirasi oleh aktivitas siswa sekolah menengah di AS. “Saya pikir media sosial ialah bagian besar dari itu. Anda terus-menerus melihat masalah-masalah ini terjadi di seluruh dunia dan melihat mahasiswa lain berpegang teguh pada hal-hal yang Anda yakini,” katanya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved