Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ARGENTINA berharap dapat melihat konsensus tentang perdagangan dan pemanasan global pada KTT Kelompok 20 (G-20) yang dimulai Jumat waktu setempat di Buenos Aires.
“Pertemuan G-20 di Buenos Aires ini akan menjadi peluang besar bagi kekuatan-kekuatan utama untuk duduk di meja yang sama membahas isu-isu global saat ini dan tantangan masa depan yang dihadapi dunia,” kata Menteri Luar Negeri Argentina Jorge Faurie, Kamis (29/11) dalam wawancara dengan stasiun radio lokal Mitre.
“Dalam situasi ketegangan yang sulit di dunia di tengah-tengah transisi, yakni sistem internasional sedang mendefinisikan kembali dirinya, konsensus tidak selalu mudah dicapai,” ujarnya menambahkan.
Ia mengatakan kesepakatan dapat tercapai dengan menyatukan pandangan dari berbagai negara untuk menemukan titik-titik yang sama dan dengan cara itu bersama-sama mengidentifikasi kebijakan publik konkret yang dapat diterapkan secara terkoordinasi. “Sebagai negara berkembang, kami tahu kami sangat terpengaruh oleh situasi global. Jadi, kami mendorong koordinasi global sehingga kepentingan semua dilindungi, tanpa meninggalkan siapa pun,” katanya.
KTT ini akan mengumpulkan para pemimpin negara-negara maju dan berkembang utama di dunia untuk membahas pemerintahan global. Tuan rumah Amerika Selatan telah menggarisbawahi tiga bidang prioritas untuk agenda G-20: masa depan kerja, infrastruktur untuk pembangunan, dan masa depan pangan yang berkelanjutan.
Argentina pun tengah bergulat dengan inflasi yang melonjak dan pengangguran yang disebabkan oleh krisis ekonomi, yang telah menyebabkan bailout yang sangat tidak populer dari Dana Moneter Internasional (IMF).
“Ada banyak orang yang tidak memiliki rumah dan tidak memiliki pekerjaan. Mereka (pemerintah) tidak fokus pada orang-orang yang memiliki kebutuhan,” kata tukang cukur Ariel Villegas, 47, saat protes Kamis (29/11) di luar gedung Kongres Argentina.
Pertemuan Trump-Xi
AS telah menjadwalkan pembicaraan Sabtu dengan Xi sebagai tenggat bagi Tiongkok untuk ikut aturan perdagangan utama Trump, yang telah menjatuhkan US$250 miliar dalam bentuk tarif pada ekonomi terkuat Asia itu.
China Daily mengatakan kedua pihak dapat menemukan kesepakatan di Buenos Aires dengan memperingatkan AS agar tidak terlalu memaksakan teknologi di tengah tuduhan AS tentang pencurian teknologi oleh Beijing. “Jika ada aspirasi lain, seperti mengambil keuntungan dari cekcok perdagangan dan menghambat pertumbuhan Tiongkok, kesepakatan tidak mungkin tercapai,” kata China Daily.
“Namun, kesepakatan yang bagus berarti kedua pihak berjalan dengan bahagia. AS harus melupakan pendekatan pemenang menguasai semua dalam hubungan internasionalnya akhir pekan ini,” katanya.
Ketidakhadiran Kanselir Jerman Angela Merkel menyulitkan Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk membangun front Eropa melawan Trump yang hadir di G-20 pada Jumat pagi.
Perubahan iklim akan muncul sebagai batu sandungan terbesar untuk kesepakatan bersama di Buenos Aires ketika KTT berakhir pada Sabtu.
Dua pertemuan besar tahun ini, yakni Kelompok Tujuh Demokrasi dan Forum Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik, berakhir tanpa pernyataan dengan Trump menolak untuk sepakat dengan G-7 akibat perseteruan dengan sang tuan rumah, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau.
“Apakah G-20 akan memiliki sebuah komunike? Ini benar-benar jadi pertanyaan,” kata mantan perunding Kanada, Thomas Bernes. (AFP/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved