Upacara Pemakaman Jadi Peluang Bisnis Startup

(AFP/Tesa Oktiana Surbakti/I-1)
29/11/2018 08:30
Upacara Pemakaman Jadi Peluang Bisnis Startup
(AFP/INDRANIL MUKHERJEE)

TRADISI pemakaman di India yang tergolong rumit membuka peluang bisnis bagi pengusaha startup. Dari menyediakan urine sapi, dupa, tandu bambu, hingga memanggil seorang pendeta Hindu, tidak sulit diwujudkan dengan pemesanan berbasis aplikasi.

Warga yang hidup di perkotaan, terutama kalangan profesional yang sibuk dengan pekerjaan, melihat layanan penjualan perangkat upacara pemakaman secara daring, layaknya sebuah berkah dari Tuhan. Di lain sisi, toko-toko tradisional memandang inovasi tersebut merugikan bisnis mereka.

Pengusaha asal Mumbai, Parag Mehta, mengaku sangat diuntungkan dengan adanya layanan penjualan tersebut. Dalam dua pekan, dia harus mengatur pemakaman keluarga.

Mehta membeli perlengkapan dari SarvaPooja, startup yang berbasis di Mumbai. Tak lama kemudian, sebuah kotak berisi 38 jenis barang untuk upacara Hindu tiba, termasuk pot tanah, dupa, urine sapi dan kotoran, air mawar, serta beras. "Ini memudahkan hidup kami, apalagi dalam situasi yang begitu emosional dan penuh tekanan," tutur Mehta.

Prosesi pemakaman Hindu dikenal rumit dan biasanya mencakup pengurapan tubuh dengan cairan dari pohon cendana, pembakaran kotoran sapi, dan pemecahan kelapa. Anggota keluarga membawa jasad almarhum ke krematorium dengan menggunakan tandu bambu. Sebelum dibakar, seluruh anggota keluarga mengelilingi tumpukan kayu bakar. Abu dari jasad yang telah dikremasi ditabur di Sungai Gangga.

Pendiri SarvaPooja, Nitesh Mehta, yang tidak memiliki hubungan darah dengan Parag Mehta mulai berbisnis perangkat upacara pemakaman dari tahun lalu. Sejauh ini, dia berhasil menjual hingga 2.000 perangkat sejak situs diluncurkan.

Nitesh memandang sifat khas upacara pemakaman Hindu dengan ketentuan kremasi maksimal tiga hari setelah kematian memberikan celah bisnis untuk menyediakan layanan one-stop solution.

"Kami memutuskan menciptakan bisnis yang menjadi solusi untuk permasalahan lokal di India," ucap Nitesh.

"Sudah puluhan tahun kami berjualan perangkat upacara pemakaman. Namun, layanan penjualan daring ini memunculkan jalan pintas bagi masyarakat yang sedang diburu waktu. Keberadaan bisnis daring jelas mulai memengaruhi usaha kami," tutur Sashi Shinde, pemilik toko penjualan perangkat pemakanan yang berlokasi dekat sebuah krematorium di Mumbai.

Bisnis startup lainnya yang juga melayani penjualan perangkat upacara pemakaman, Mokshshil, bahkan sudah berjalan tiga tahun. Perusahaan yang berbasis di Ahmedabad, menawarkan penjualan perangkat yang terdiri atas 32 jenis barang. Pemilik Mokshshil, Bilva Desai Singh, berharap inovasi penjualan mampu mengubah stigma masyarakat India tentang kematian.

"Penduduk India yang mencapai satu miliar juga diwarnai dengan miliaran stigma, serta prasangka terhadap hal-hal tabu seperti kematian. Perlu adanya kesadaran untuk membicarakan hal kematian misalnya, bagaimana mempermudah prosesnya," pungkas Desai Singh.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya