Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 93 orang dari etnis minoritas Rohingya dipulangkan secara paksa ke Rakhine, Myanmar, setelah mereka ditangkap petugas saat berusaha memasuki Malaysia via jalur laut. Insiden ini memicu kekhawatiran akan munculnya krisis baru gelombang imigran Rohingya.
Kepolisian Myanmar menyebut puluhan Rohingya itu mencoba menyeberang ke Malaysia dengan menggunakan tiga kapal. Ketiga kapal itu sudah didorong kembali ke Rakhine.
Para Rohingya di tiga kapal itu dipulangkan ke beberapa kamp di Sittwe, ibu kota dari negara bagian Rakhine. Sebuah foto di media sosial memperlihatkan puluhan imigran berada di atas kapal, sebuah pemandangan yang mengingatkan kembali pada krisis keimigrasian Rohingya pada 2015.
"Mereka semua menuju Malaysia, dan berhasil dihentikan petugas patroli Malaysia pada Minggu malam di kota Dawei," ucap Mayor Polisi Min Lwin kepada AFP, Rabu (28/11).
"Para imigran sudah dipulangkan semua ke Sittwe dengan menggunakan kapal angkatan laut (Malaysia) tadi malam," lanjut dia.
Tahun lalu, lebih dari 720 ribu Rohingya melakukan eksodus dari Rakhine menuju Bangladesh. Mereka mengaku melarikan diri dari operasi brutal militer Myanmar.
Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebut operasi militer Myanmar dapat dikategorikan 'pembersihan etnis'. Namun Myanmar membantah keras, dan menegaskan operasi di Rakhine semata untuk menghabisi grup militan Arakan Rohingya Salvation Army atau ARSA.
Satu tahun berlalu, Myanmar dan Bangladesh menyepakati perjanjian repatriasi Rohingya. Namun hingga kini, implementasi perjanjian masih tersendat karena mayoritas Rohingya menolak pulang karena khawatir terhadap keselamatan mereka. (Medcom/OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved