Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEIRING meningkatnya ketegangan militer dengan Ukraina, Rusia segera mengerahkan sistem rudal pertahanan udara terbaru S-400 di Semenanjung Krimea. Menyusul insiden penyitaan kapal perang Ukraina oleh Rusia di lepas pantai Krimea, Ukraina pun memendeklarasikan darurat militer.
Pemasangan sistem rudal S-400 diungkapakan seorang pejabat militer, sebagaimana diberitakan kantor berita RIA Novosti. Sistem pertahanan udara canggih tersebut akan disebar akhir tahun ini. Nantinya, sistem terbaru S-400 akan memperkuat tiga sistem S-400 lainnya di wilayah semenanjung yang dicaplok Rusia dari Ukraina pada 2014.
Baca juga: Upacara Pemakaman di India Jadi Peluang Bisnis Pengusaha Startup
"Dalam waktu dekat, sistem pertahanan udara baru akan mengemban tugas untuk melindungi wilayah udara Federasi Rusia," ujar Kolonel Vadim Astafiyev dari distrik militer selatan Rusia kepada kantor berita Interfax.
Lebih lanjut, Astafiyev menekankan sistem S-400 yang baru sudah menjalani proses uji coba. Hasilnya pun menunjukkan sistem tersebut siap dikerahkan di Semenanjung Krimea. Pada September lalu, sejumlah sumber di lingkup dinas keamanan Rusia sempat memberikan sinyal bahwa sistem keempat S-400 akan diluncurkan di wilayah semenanjung, tepatnya dekat Dzhankoy, sebuah kota berbatasan dengan wilayah yang dikuasai Ukraina.
Sistem rudal S-400 merupakan sistem pertahanan anti serangan udara, yang digadang-gadang buatan Rusia paling canggih. Hubungan Rusia dan Ukraina memanas hingga mengarah pada krisis terbesar dalam beberapa tahun, setelah kapal patroli perbatasan Rusia menangkap tiga kapal angkatan laut Ukraina di lepas pantai Krimea pada Minggu waktu setempat. (AFP/OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved