Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG mantan karyawan Facebook, mengungkapkan sisi lain dari perusahaan yang mengembangkan jejaring sosial raksasa. Melalui memo yang dipublikasikan, Mark Luckie mengatakan perusahaan gagal merangkul orang kulit hitam sebagai tenaga kerja, maupun dalam platform Facebook itu sendiri.
Luckie mulai membagikan pesannya kepada seluruh karyawan Facebook global awal bulan ini. Tidak lama setelah dia berhenti dari jabatan terakhirnya sebagai manajer mitra strategis yang berfokus pada suara minoritas.
"Facebook memiliki masalah terhadap orang kulit hitam. Perlakuan Facebook dengan mencabut hak orang kulit hitam di platform, mencerminkan bagaimana perusahaan memarginalisasi karyawan berkulit hitam," ujar Luckie dalam memonya.
Sampai saat ini, jejaring sosial yang berbasis di California belum memberikan respon terhadap memo yang beredar. Luckie menyebut orang kulit hitam sebagai salah satu demografi yang aktif di jejaring sosial. Akan tetapi, platform Facebook tidak mengakomodasi pembicaraan kalangan kulit hitam dari aspek keamanan.
Begitu terdapat laporan terhadap konten yang sebenarnya tidak melanggar kebijakan Facebook namun dinilai mengandung ujaran kebencian, operator langsung menghapus konten hingga menangguhkan akun yang dimiliki pengguna berkulit hitam.
"Karyawan kulit hitam sering mendengar komentar dari rekannya bahwa mereka tidak tahu kalau orang kulit hitam juga bekerja di Facebook," tutur Luckie yang berkulit hitam.
Baca juga: Hutan Seluas 1 Juta Lapangan Bola Hilang di Brasil
Berdasarkan penelusurannya, karyawan kulit hitam hanya mewakili 4% dari total angkatan kerja di manajemen Faceebok, sedikit naik dari 2016 sebesar 2%.
"Padahal di berbagai sudut ruangan, banyak poster yang menunjukkan dukungan terhadap kulit hitam. Namun kenyataan di kantor tidak demikian," imbuhnya.
Dalam laporan keragaman Facebook yang dirilis Juli lalu membenarkan keterwakilan kulit hitam dalam ekosistem perusahaan sekitar 4%. Namun, persentase karyawan kulit hitam dalam aspek bisnis maupun pemasaran, tumbuh hingga 8%.
"Kami terus melanjutkan upaya untuk merekrut karyawan kulit hitam dan Hispanik atau keturunan Amerika Latin, dalam mengisi peran teknis dan kepemimpinan senior," jelas Maxine Williams, kepala pejabat keragaman Facebook.
Luckie kembali mempertanyakan sikap perusahaan terhadap masukan dari pekerja berkulit hitam, apakah benar dilibatkan dalam berbagai proyek. Dia pernah mendengar keluhan dari karyawan berkulit hitam yang dinilai tidak kooperatif atau cenderung agresif oleh kolega maupun manajernya, lantaran berusaha menyampaikan pendapat.
"Sebenarnya banyak karyawan kulit hitam yang bisa menceritakan lebih banyak terkait perlakuan diskriminatif. Bagaimana pihak keamanan bertanya di luar apa yang diperlukan," pungkas Luckie.
Seorang pria bernama Carl Smith yang membalas unggahan Luckie di laman Facebooknya, menepis klaim yang dinilainya tidak universal.
"Luckie sepertinya tidak mewakili suara kita semua. Ironisnya, saya dan Luckie mulai bekerja di Facebook pada hari yang sama, dan saya masih di sini. Saya sering memakai kaos pro kulit hitam. Saya merasa bisa menjadi diri saya sendiri selama bekerja di Facebook," tulis Smith. (AFP/OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved