Pilot Tertidur, Bandara Terlewati 46 Kilometer

(BBC/I-1)
28/11/2018 07:10
Pilot Tertidur, Bandara Terlewati 46 Kilometer
(wikipedia)

KETIKA bepergian dengan pesawat terbang, keselamatan penumpang dan awak kabin tentunya berada di tangan sang pilot sebagai pengemudi pesawat. Namun, bagaimana jadinya kalau pilot tertidur di tengah-tengah perjalanan udara?

Sebuah pesawat kecil melampaui tujuannya di Australia hampir 46 kilometer setelah pilotnya tertidur di kokpit. Pilot merupakan satu-satunya orang di atas pesawat dari Devonport ke King Island di Tasmania pada 8 November.

Insiden ini diklasifikasikan sebagai kasus ketidakmampuan, sedang diselidiki Biro Keamanan Transportasi Australia (ATSB).

Para pejabat belum mengatakan bagaimana pilot terbangun sebelum mendaratkan pesawat dengan selamat.

Pesawat Piper PA-31, yang dioperasikan Vortex Air, telah dijadwalkan untuk menyelesaikan perjalanan 240 km pada pukul 07.15 waktu setempat.

Sistem pelacakan menunjukkan, pesawat memutar kembali ke tujuannya setelah terbang terlalu jauh dari landasan. Saat ini, masih belum diketahui berapa banyak penumpang yang ada di pesawat itu.

Ini merupakan penerbangan pertama dari tujuh penerbangan yang dijadwalkan pada hari itu oleh pesawat kecil tersebut.

"ATSB sedang menginvestigasi ketidakmampuan seorang pilot dengan pesawat Piper PA-31, VH-TWU yang dioperasikan Vortex Air, dekat Bandara King Island, Tasmania, pada 8 November 2018," kata lembaga itu dalam sebuah pernyataan.

Sebagai bagian dari penyelidikan, ATSB akan mewawancarai pilot dan meninjau prosedur operasional. Biro tersebut menggambarkan kelalaian pilot sebagai insiden operasional yang serius. Penyelidikannya diperkirakan selesai pada Maret 2019. Temuan akan dipublikasikan jika laporan yang dikumpulkan telah lengkap.

"Selama penerbangan pilot tertidur, yang mengakibatkan pesawat menumpang Pulau King melenceng 46 kilometer," kata ATSB dalam pernyataan singkat.

Konsultan penerbangan dari Strategic Aviation Solutions mengatakan bahwa Australia memiliki aturan ketat terkait dengan kelelahan pilot.

Neil Hansford menjelaskan, dipastikan saat itu pesawat tersebut menggunakan fasilitas autopilot. Dalam kondisi demikian, jika pilot tertidur, pesawat tersebut akan terus terbang sampai kehabisan bahan bakar.

"Dalam beberapa kasus tangki bahan bakar harus dialihkan, jadi begitu mengalami kekurangan bahan bakar pesawatnya akan jatuh," ujar Hansford.

Dia memperkirakan pesawat ini membawa persediaan bahan bakar untuk kembali ke Devonport atau ke tempat lainnya.

"Artinya, pesawat itu kemungkinan bisa sampai ke pesisir negara bagian Victoria jika pilotnya tidak terbangun," jelasnya.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya