Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Luar Negeri Meksiko memberikan sebuah catatan diplomatik kepada Pemerintah AS pada Senin (26/11). Melalui catatan itu, Meksiko menyerukan dibukanya penyelidikan penuh terhadap penembakan gas air mata oleh petugas AS ke arah migran yang ada di wilayah Meksiko pada Minggu (25/11).
Foto-foto yang menunjukkan anak-anak migran melarikan diri dari tembakan gas air mata telah memicu kritik tajam dari beberapa anggota parlemen AS dan badan amal. Kelompok bantuan kemanusiaan Inggris, Oxfam, mengatakan penggunaan gas air mata itu merupakan aksi yang memalukan.
"Gambar anak-anak yang bertelanjang kaki dan tersedak gas air mata yang ditembakkan petugas Patroli Perbatasan AS telah mengejutkan kita," ujar Vicki Gass, Penasihat Kebijakan Senior Oxfam Amerika untuk Amerika Tengah, dalam sebuah pernyataan.
Flor Jimenez, perempuan Honduras, 32, berada di antara mereka yang terpaksa kembali bersama dengan suami, saudara perempuan, dan anak perempuannya. "Mereka ingin membunuh kita, dan kita menjadi sangat takut." ungkap Jimenez.
Komisioner Migrasi Nasional Meksiko, Komisaris Gerardo Garcia, mengonfirmasi melakukan 98 penangkapan di sisi Meksiko. "Ada penghasut di kelompom migran yang mendorong mereka untuk menyeberang perbatasan secara ilegal," kata Garcia.
Insiden itu ialah titik paling serius dalam krisis berminggu-minggu yang digunakan Presiden AS Donald Trump untuk menggalang dukungan dalam pemilihan tengah semester bulan ini.
Trump menyerang lagi dengan mengancam menutup permanen perbatasan, dan membela penggunaan gas air mata oleh patroli perbatasan AS. "Mereka harus menggunakan (itu) karena mereka menghadapi beberapa orang yang sangat keras dan mereka menggunakan gas air mata. Intinya, tidak ada yang datang ke negara kita kecuali mereka datang secara sah," tegas Trump.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved